13 Terduga Teroris yang Ditangkap di Jabar akan Ganggu Pilkada

32

RASIO.CO, Jakarta – Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyebut Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 13 terduga teroris di Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Kelompok tersebut diduga berencana melakukan teror ketika Pilkada Jawa Barat pada 27 Juni 2018 mendatang.

Menurut Tito, mereka menganggap bahwa pemilu merupakan bagian dari demokrasi yang merupakan buatan manusia dan tidak sesuai dengan sistem kekhilafahan.

“Sehingga pesta demokrasi dianggap sebagai sistem syirik,” kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/6).

Karenanya, mereka berencana menyerang berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, Densus 88 Antiteror telah mendeteksi mereka terlebih dahulu sehingga 13 terduga teroris tersebut ditangkap.

Atas kejadian tersebut, Tito meminta masyarakat untuk tidak takut datang ke TPS ketika hari pemungutan suara. Polisi menjamin keamanan masyarakat selama Pilkada berlangsung.

“Kami minta masyarakat jangan ragu ke TPS. Kami jamin keamanannya,” kata Tito.

Sebelumnya diketahui Densus 88 Antiteror terus memburu jaringan teroris. Penangkapan dilakukan di berbagai daerah, seperti Bandung, Palimanan, Indramayu, Subang, dan Depok.

Di Depok, Densus 88 menembak mati dua orang terduga teroris berinisial AS dan AZA alias MRS pada Sabtu (23/6). Keduanya ditembak lantaran melawan dan mengancam menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa pisau komando dan pistol FN. Polisi juga mengamankan magazin dan peluru berdiameter sembilam milimeter sebanyak sepuluh butir.

Sumber:katadata.com

Berikan komentar anda