3 Hari Lego Jangkar Gratis Diperairan Indonesia, Nahkoda Kapal Win-win Minta Bebas

0
413

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Murkesh Kumar warga negara India dan merupakan nahkoda kapal MV.Win Win dipersidangan mengakui memasuki perairan indonesia tanpa izin, Ironisnya dalam nota pembelaan melalui penasehat hukumnya minta di bebaskan. Rabu(02/10).

Terdakwa Murkesh Kumar seminggu sebelumnya di tuntut JPU Samuel Pangaribuan, 7 bulan penjara serta denda Rp100 juta. Parahnya di sidang pemeriksaan terdakwa oleh majelis hakim ketua Wahyu Iman Santoso didampingi dua hakim anggota, Taufik Nainggolan dan Jasel meminta maaf terhadap pemerintah indonesia.

Terdakwa beralasan masuk keperairan Indonesia karena iklim cuaca buruk serta kapal hanyut terbawa arus sehingga lego jangkar selama tiga hari pada koordinat 01º 21 89” N – 104º 41’ 96” E, tepatnya di Perairan Timur Laut Tanjung Berakit, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). dan akhirnya di amankan TNI AL.

Pada agenda sidang mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa ini, PH terdakwa menerangkan bahwa terdakwa tidak terbukti bersalah dan meminta supaya dibebaskan.

“Meminta majelis hakim agar menerima nota pembelaan ini. Meminta majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan dan membebankan biaya perkara sidang kepada negara,” baca PH dalam pada nota pembelaan terdakwa.

Menanggapi pembelaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samuel Pangaribuan kepada majelis hakim yang diketuai hakim Wahyu Iman Santoso didampingi dua hakim anggota, Taufik Nainggolan dan Jasel, langsung menanggapinya secara lisan dengan menyatakan, tetap pada tuntutannya.

Setelah mendengar tanggapan dari JPU, majelis kemudian menunda persidangan selama satu minggu ke depan dan akan digelar kembali pada hari Rabu tanggal 9 September 2019 dengan agenda mendengarkan putusan.

Sebelumnya, terdakwa Murkesh Kumar, Nahkoda Kapal MV Winwin dituntut JPU selama 7 bulan penjara denda Rp 100 juta subsider 5 bulan kurungan.

Oleh JPU, terdakwa Murkesh Kumar terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Nakhoda berlayar wajib mematuhi ketentuan yang berkaitan dengan tata cara berlalu lintas” Sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar pasal 317 Jo pasal 193 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY