3 Terdakwa Gelper mengaku Ajis Bos Gelper Berkeliaran di Batam

137

RASIO.CO, Batam – Terdakwa pekerja Gelper Kampung Aceh, Murni, Nurbaya dan Novi mengaku mereka merupakan korban, sedangkan bos pemilik gelepr Ajis Maratua dan Pengawas Jogi bebas berkeliaran di batam walaupun sudah ditetapkan DPO.

“Saat penggerebekan Ajis dan Jogi ada dilokasi tetapi hanya kami diangkut dan gelper masih beroperasi di sana(red-kampung aceh),” kata tiga terakwa serwntak sampai berurai air mata di ruang sidang PN Batam. Selasa(10/07).

Lanjut Murni, dirinya bekerja di gelper tersebut baru beberapa bulan dan menerima gaji Rp200 ribu, Ia memang mengetahui gelper tersebut sering digrebek polisi, namun yang ditangkap kami pekerja dan pemilik selalu lolos.

“kami berjanji tidak akan bekerja di judi lagi yang mulia,”ujarnya.

Sementara itu, dua majlis hakim Hera Polosia Destiny dan Redite Eka Septina sempat berang terkait sering lolosnya para bos penyelenggara Gelper berbau judi bahkan meminta JPU Syamsul Sitinjak meminta pihak kepolisian menangkap Ajis Maratua(DPO).

“Pak Jaksa gimana ini bos gelper teryata masih berkeliaran, minta pak polisi tangkap donk,
kasian pekerja ini? dan barang bukti kok hanya satu y.”ujar hakim.

Sementara itu, JPU Syamsul Sitinjak usai persidangan mengatakan bahwa, pihaknya tidak
mempunyai wewenang terkait penangkapan Ajis tersebut.

Sidang akhirnya ditunda pekan depan dengan agenda mendegarkan Tuntutan JPU.

Sebelumnya, Diduga Pekerja Gelanggang Permainan(Gelper) tampa izin alais ilegal Selalu jadi korban oleh pemiliknya dan parahnya berujung dipersidangan pengadilan Negeri(PN) Batam. Minggu(08/07).

Ironisnya, para pemilik atau pengusaha nakal sering lolos , baik yang mendapat izin dari Pemko Batam memalui BPM atau atau sama sekali ilegal. dan terbukti gelper berbau judi sudah puluhan disidang di PN Batam.

Seperti saat ini kasus tiga terdakwa Murni, Nurbaya dan Novi merupakan wasit dan satu
terdakwa Ade merupakan pemain dan parahnya arena Gelper alias Jekpot ilegal yang terletak di kampung Aceh, simpang Dan Batam tersebut sudah puluhan klai digrebek kepolisian.

Keempat terdakwa dalam persidangan mengakui bekerja sebagai wasit dan kasir selama sebulan, namun pemilik berhasil melarikan diri sehingga pekerja yang berhasil diamankan kepolisian.

Agenda sidang.Selasa(03/07) di PN Batam mendengarkan keterangan saksi penangkap Epi
Chanda dengan JPU penganti Ari Prastyio serta majlis hakim ketua Iman didampingi dua hakim anggota.

“Penangkapan atas informasi masyarakat adanya judi gelper dan diamankan empat terdakwa dan barang bukti lainnya,”kata Epi ruang sidang Let.Jen.TNI(purn)Ali Said PN Batam.

Sementara itu tiga terdakwa merupakan wasit serta kasir dan seorang pemain mengakui
perbuatannya dan sudah bekerja sebulan lebih dilokasi gelpeer liar tersebut.

“Modusnya judinya y mengisi mesin dengan menukarkan koin Rp50 ribu dan kalau pemain
menang dapat ditukar rokok lalu dapat ditukar uang lagi,” kata Murni.

Usai mendegarkan keterangan saksi penangkap dan pemeriksaan terdakwa, sidang dilanjutkan majlis hakim pekan depan dengan agenda mendegarkan tuntutan JPU.

Diketahui, lokasi gelper yang terletak di kamoung Aceh simpang dam mukakuning Batam digerek kepolisian Polresta Barelang bula April 2018 sekira pukul 01.00 Wib Malam.

Barang bukti yang diamankan, 1 (Satu) unit mesintembakikan • 1 (satu) chip mesintembakikan • 1 (Satu) buahkuncimesintembakikan • uangtunaipecahan Rp.20.000, (12 lembar) dan Rp.10.000,- (1 lembar) total sejumlah Rp.250.000,- (duaratus lima puluhribu rupiah) uanghasilkemenangan.

Terdakwa dijerat , Perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 303 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 2 Ayat (1) UU RI No. 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjuadian.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda