Ajeng Ayu Dituntut 18 Bulan Penjara Terkait Kasus Penggelapan

0
226
foto/dokument

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) mega tri Astuti menuntut terdakwa Ajeng Ayu Dian Kusumasari delapan belas tahun penjara terkait kasus dugaan penggelapan. Senin(28/06)lalu.

Terdakwa Ajeng Ayu Dian Kusumasari didakwa Perbuatan  terdakwa diatur dan di ancam pidana dalam Pasal 372 KUHP dan atau kedua Perbuatan  terdakwa diatur dan di ancam pidana dalam Pasal 374 KUHP.

“Menyatakan terdakwa Ajeng Ayu Dian Kusumasari telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dalam Dakwaan Kesatu yaitu melanggar Pasal 372 KUHP.”

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ajeng Ayu Dian Kusumasari berupa pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan.” Ujar Mega.

Diketahui, Terdakwa Ajeng Ayu Dian Kusumasari mengurus dokumen sertifikat milik saksi korban ditahun 2019 lalu.

Melalui saksi Taufik untuk melakukan pengurusan sertifikat tersebut dengan terdakwa, selanjutnya di Kedai Kopi Sun Bread Sungai Harapan dilakukan pertemuan.

Saksi Taufik menyerahkan sertifikat rumah yang akan dibalik namakan, akta jual beli lama, surat kuasa, surat PBB dan KTP an.

Kamalia dan penyerahan uang untuk pengurusan balik nama sertifikat rumah sebesar Rp. 18.500.000,- oleh saksi Taufik kepada terdakwa.

Setelah semua berkas dan uang diserahkan selanjutnya terdakwa membuatkan 1lembar kwitansi tanda terima pembayaran dan di tandatangani oleh terdakwa.

Selanjutnya setelah berjalan satu tahun lebih serifikat rumah yang akan dibaliknamakan milik saksi Taufik belum juga jadi.

Kemudian tanpa seizin dan sepengetahuan dari saksi Taufik terdakwa mempergunakan uang yang diberikan oleh saksi keperluan terdakwa sehari-hari sampai akhirnya uang tersebut habis.

Kemudian karena curiga saksi korban Taufik mengajak terdakwa bertemu dan setelah bertemu menanyakan tentang sertifikat tersebut, lalu terdakwa mengembalikan sertifikat, Namun uang tidak.

Akibat perbuatan terdakwa saksi Taufik mengalami kerugian sebesar Rp. 18.500.000,-.adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY