Akhirnya WN Malaysia Ateisme Ini Disumpah dalam Kasus Tengker Meledak di Batam

37

RASIO.CO, Batam – Akhirnya Tan Huan Hoi warga Malaysia tidak memiliki agama(Ateisme)disumpah Majlis Hakim PN Batam sebagai saksi dalam kasus meledaknya tangki kapal Pertamina di Batam.Kamis(28/06).

Majlis Hakim Ketua Dr.Syahlan SH,MH awalnya menyampaikan terhadap saksi bahwa di negara Indonesia, saksi harus beragama karena tertuang dalam sila pertama pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Saya rekomendasikan saudara membaca buku”Mencari Tuhan”kata Syahlan jelang dimulai sidang di ruang sidang utama.

Mendengar itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Nur Wafiq Warodat, SH kepada hakim meminta agar keikut sertaan saksi Tan Huan Hoi dibatalkan sebab kesaksiannya tidak dapat diterima karena tidak disumpah.

“Izin yang mulia, kalau saksi tidak disumpah, bagaimana kita bisa menerima kesaksiannya, kecuali ia mau disumpah atas nama ayah dan ibunya,” pinta Nur Wafiq.

Setelah sempat beradu argumen dengan hakim, akhirnya saksi Tan Huan Hoi kelahiran Perak, Malaysia 14 Oktober 1978 itu menerima disumpah dengan cara agama Budha.

Tan Huan Hoi sendiri adalah seorang yang memiliki jabatan strategis di PT. ASL Shipyard, Tanjung Uncang Batam.

“Izin yang mulia, kalau saksi tidak disumpah, bagaimana kita bisa menerima kesaksiannya, kecuali ia mau disumpah atas nama ayah dan ibunya,” pinta Nur Wafiq.

Setelah sempat beradu argumen dengan hakim, akhirnya saksi Tan Huan Hoi kelahiran Perak, Malaysia 14 Oktober 1978 itu menerima disumpah dengan cara agama Budha.

Tan Huan Hoi sendiri adalah seorang yang memiliki jabatan strategis di PT. ASL Shipyard, Tanjung Uncang Batam.

Sepertinya ia begitu prihatin dengan kejadian yang menimpa korban David Cristohper Sitepu yang mengalami luka bakar sekujur tubuh, sehingga dia rela disumpah diluar dari kepercayaannya.

Setelah saksi ini disumpah, dan melihat waktu tidak mendukung, saksi ini pun lalu dipersilahkan pulang dan diminta untuk hadir kembali di sidang berikutnya.

Bagi para pengunjung sidang, kehadiran saksi ini sempat juga mengundang tawa, karena bagi pengunjung, seumur-umur mengikuti persidangan, baru kali ini ada orang tidak beragama ingin bersaksi di pengadilan.

Pada sidang mendengarkan kesaksian dari saksi korban dari David Cristopher ini, juga dihadiri dua terdakwa yakni Ronald Robert Alexzander Mangera selaku Direktur Utama dan Dewi Wulandari selaku Komisaris PT. Dynamic Overseas subconnya PT.ASL Shipyard.

Pertanyaannya, apakah saksi Ateis dapat memberikan kesaksian dalam persidangan di Indonesia?

Menurut jawaban di situs hukumonline.com menuliskan, tidak ada ketentuan yang melarang seseorang yang tidak memiliki agama/kepercayaan untuk bersaksi di persidangan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa saksi harus bersumpah atau berjanji sebelum memberikan keterangannya.

Oleh karena itu, tidak menjadi masalah apakah saksi mempunyai agama/kepercayaan atau tidak, selama saksi tersebut mau berjanji untuk mengatakan yang sebenarnya dan tidak lain daripada yang sebenarnya.

Sedangkan Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap Teisme.

Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan.(red/dk/di).

Berikan komentar anda