Aksi Solidaritas Jurnalis Batam ‘Jurnalis Bukan Target Kekerasan’

0
99
foto/pariadi

RASIO.CO, Batam – Puluhan Jurnalis kota Batam yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar aksi solidaritas di depan Alun-alun Engku Putri Batam Centre, Senin (30/9/).

Aksi solidaritas para jurnalis Batam ini bertujuan agar kekerasan terhadap jurnalis tidak terjadi lagi, namun faktanya sejumlah jurnalis kembali mendapat kekerasan saat meliput puluhan ribu mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih kurang 14 jurnalis di Indonesia mendapat kekerasan di saat melakukan tugas di lapangan diduga dilakukan oleh oknum kepolisian dan oknum masyarakat.

“Jurnalis Bukan Merupakan Target Kekerasan, Jurnalis merupakan mitra kepolisian dan jurnalis jelas sudah di lindungi UU nomor 40 tahun 1999,” ujar salah seorang jurnalis berorasi di depan kantor Pemko Batam.

Sementara itu, Ketua AJI Batam Slamet Widodo dalam orasinya menyampaikan, jangan sampai kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi diberbagai kota di Indonesia terjadi di Kepulauan Riau, khususnya Batam, dimana hingga minggu kemarin ada 14 jurnalis yang mejadi korban oleh oknum kepolisian maupun oknum masyarakat.

“Kami mengecam keras dan menolak serta meminta kepada kepolisian untuk menjamin kerja-kerja jurnalis, Jurnalis bukan bukan penyebar fitnah, jurnalis bukan penyebar hoax, jurnalis kerjanya dilindungi uu,”

“Kami sampaikan kepada rekan-rekan kerjanya mengacu kepada etik, tidak bisa serampangan karna jurnalis dilindungi uu nomor 40 tahun 1999 dan kami minta kepolisian serta masyarakat memahami kerja-kerja jurnalis apalagi ketika jurnalis dilapangan telah menunjukkan identitas dan kami berharap jangan ada yang milah-milah, disitu harus paham kerja-kerja jurnalis,” ujar Slamet Widodo berapi-api meyuarakan hak jurnalis.

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo

Sementara itu, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan, secara pribadi mengakui menjadi koreksi serta menjadi proses pembelajaran atas insiden yang terjadi dilapangan ketika menjalankan tugasnya.

“Mari kita jadikan proses pembelajaran adanya insiden dan diharapkan jurnalis ketika dilapangan memakai tanda mengenal yang dapat di baca dengan jelas oleh petugas dilapangan,”

“Dan kedepannya saya berjanji untuk mengedepankan anggota untuk selalu bersinergi dilapangan dalam hal mengamanan ketika ada aksi demo,” ujar kapolresta Barelang.

Selain itu, Kapolresta berpesan kepada rekan-rekan jurnalis dalam pemberitaan selalu mengedepankan berita yang pasitif sehingga membuat masyarakat tidak resah.

“Saya berjanji akan mengedapankan keamanan kepada jurnalis saat dilapangan,”

“Saran saya juga teman-teman menggunakan rompi bertulisan Jurnalis sehingga ketahuan teman-teman sedang melaksanakan tugas dan saya jamin tidak ada kekerasan terhadap jurnalis di saat melaksanakan tugas di lapangan,” ujar Kapolresta

Para jurnalis membawa spanduk yang bertuliskan “Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis” dan berbagai selebaran dengan berbagai kalimat seperti “Jurnalis Bukan Target Kekerasan”, “Ada Rilis Kami Diundang, Ada Kritik Kami Ditendang”, dan “Jurnalis Bukan Ancaman Demokrasi!”

Selain itu, para jurnalis juga melakukan aksi pengumpulankartu identitas serta menanda tangani spanduk sebagai bentuk menolak aksi kekerasan terhadap jurnalis.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY