Akui Pasang Tarik PSK Hingga Rp2 Juta

0
324

RASIO.CO, Karimun – Tersangka Akui alias Awi di duga merupakan bos penyalur Pekerja Sex Komersial(PSK) ke tempat hiburan maupun hotel, ditangkap Ditreskrimum Polda Kepri di villa Garden 58A Kelurahan Kapling Tebing Karimun, Kepri. Kamis(05/09 lalu.

Sebanyak 31 korban perdagangan orang yang terdiri dari para wanita berusia 19 tahun sampai dengan 28 tahun berhasil diselamatkan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri.

Ironisnya, Tersangka Akui alias Awi pasang tarif dari harga Rp600 hinga Rp2 juta bagi setiap lelaki hidung belang yang akan membooking untuk dibawa ke hotel.

Selain itu, tersangka akui tidak bekerja sendiri, Ia bersama tersangka Fahllen yang berada di Bandung, tugas tersangka Fahlan merekrut calon korban melalui Aplikasi Beetalk, Line dan Facebook yang mencantumkan nomor Handphone WhatsApp.

Sedangkan modusnya lowongan pekerjaan sebagai LC atau pemandu lagu dan terapis SPA, namun dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial dan ditampung oleh tersangka Akui alias Awi .

“Modusnya lowongan pekerjaan sebagai LC atau pemandu lagu dan terapis SPA, namun dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial dan ditampung oleh tersangka Akui dirumahnya,” Kata Kabidhumas Polda Kepri.KOmbes Pol R Erlangga. Senin(09/09).

Kata Erlangga, Sebanyak 31 korban perdagangan orang yang terdiri dari para wanita berusia 19 tahun sampai dengan 28 tahun berhasil diselamatkan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dari para pelaku eksploitasi, Akui alias Papi Awi sebagai penampung dan D P alias Fahllen sebagai perekrut.

Awalnya, didapat Informasi terjadi dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang di wilayah Kabupaten Karimun, kemudian tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri pada hari Jumat (6/9) lakukan penyelidikan dan penggrebekkan di komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun.

30 orang korban perempuan dan satu orang perempuan Inisial L A telah berada di Batam yang hendak pulang ke kampung dikarenakan merasa ditipu dan tidak tahan atas pekerjaan yang telah di berikan pelaku yaitu sebagai Pekerja Seks Komersial dengan tarif dari Rp. 600.000 hingga Rp. 2.000.000.

Tim terus melakukan pengembangan, penyidikan mengarah kepada D P alias Fahllen yang berada di Bandung, selanjutnya pada Sabtu (7/9) tim bergerak menuju Desa Cingondewahilir kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan mengamankan pelaku untuk selanjutnya di bawa ke Polda Kepri.

Eksploitasi yang dialami oleh korban adalah eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual, untuk Eksploitasi Ekonomi sendiri korban dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial dengan sistem bagi hasil yaitu 50% untuk korban dan 50% untuk pengelola dan Hasil dari pekerjaan sebagai PSK tersebut akan diberikan setiap enam bulan sekali.

Barang bukti yang diamankan adalah Dari tersangka A K alias Awi dua buku catatan tarif bookingan, 1 buku catatan kasbon, Uang tunai senilai Rp 15.500.000 , 1 buku absensi korban, 1 unit handphone merek Samsung Note 8 warna hitam. dan Dari Tersangka D P alias Fahllen,1 unit hapnhone merek vivo tipe y91 warna biru, dan 1 buku rekening Bank BCA nomor rekening 3790265XXX Atas nama tersangka.

Tersangka dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan pasal 55 KUHP, dengan ancaman paling singkat 3 tahun paling lama selama 15 ( lima belas ) tahun kurungan dan denda paling sedikit Rp. 120.000.000 ( seratus dua puluh juta rupiah ) dan [aling banyak senilai Rp. 600.000.000.000 ( enam ratus juta rupiah ).

PUTRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY