Alexander Schultz Penjarakan Rekan sesama WNA

0
599
Kasus Penganiayaan ringan sesama WNA di PN Batam.FOTO:Pariadi

RASIO.CO, Batam – Belum usai persidangan kasus labuh tambat dengan terdakwa Ibnu Hajar , Herman Alexander Schultz direktur PT.BBI merupakan warga negara asing ini diduga kembali berkasus sebagai pelapor penganiayaan.

Alexander melaporkan Salvador Luis Carvajal warga negara Australia melakukan penganiayaan ringan dan diduga gegara terdakwa menagih hutang yang sudah lama. akibatnya terdakwa duduk dibangku pesakitan PN Batam.Rabu(18/07).

Sidang yang dipimpin majelis hakim ketua Marta dan didampingi dua hakim anggota dalam agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Rumondang berlanjut keterangan saksi korban terlihat unik, pasalnya, saksi korban mengaku tidak bisa berbahasa indonesia sehingga dadakan JPU mencari penterjemah.

Ironisnya, saksi korban Alexander diluar persidangan bersama anak buahnya dengan lancar dapat berbahasa indonesia, sehingga diduga saksi korban mengecoh penegak hukum. padahal majelis hakim sempat menunda sidang 40an menit untuk perintahkan JPU mencari penterjemah.

“Tolong carikan penterjemah untuk saksi korban karena penterjemah yang ada ini diperuntukan bagi terdakwa, untuk itu sidang kami skor,”ujar Marta di ruang sidang PN Batam.

Sidang akhirnya dapat dilanjutkan kembali setelah JPU menghadirkan salah seorang penterjemah yang juga berprofesi sebagai advokad, namun majelis hakim dipersidangan mempertanyakan sertifikat penterjemah tetap tidak dapat ditunjukkan penterjemah dan akan dilengkapi belakangan akibat dadakan.

Sementara itu, dipersidangan saksi korban Alexander awalnya mengatakan tidak mengenal terdakwa Salvador dan merupakan orang suruhan Chritofer Coupe untuk melakukan penagihan, sehingga berjanji bertemu di salah satu cafe di kampung bule, Nagoya, Batam.

Namun, ketika bertemu terdakwa mendorong hingga kertas tersebut jatuh ke tanah. dan memasukkan kertas tersebut ke dalam baju dirinya dengan menggunakan tangan kiri.

“Salvador mengangkat krah baju saya, lalu mengenai dada dan kepala bagian belakang dan saya kekantor polisi melaporkan dan ada visum,” kata Alexendar melalui penterjemah.

Ironisnya, ketika majelis hakim mempertanyakan apakah saksi korban kenal terdakwa. awalnya dijawab alexander tetapi akhirnya mengatakan kenal beberapa tahun lalu dan rekan bisnis.

Dan hakim juga selanjutnya mempertanyakan apakah saksi korban ada hutang terhadap terdakwa dan dijawab alexander tidak ada, dan terakhir majelis hakim menyarankan saksi korban mau mamaafkan terdakwa, namun proses hukum tetap berjalan.

Majelis hakim hakim melanjutkan sidang pekan depan dengan agenda akan mendegarkan tuntutan JPU.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY