Anggota Komisi I Dukung Rumah Jabatan Jadi Tempat Isoman

0
96
foto/ist

RASIO.CO , Jakarta –  Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia menolak rencana fasilitas isoman di hotel bagi anggota dewan dan pegawai di kompleks parlemen yang terpapar Covid-19.

Dia meminta agar rencana tersebut segera dibatalkan oleh Sekretariat DPR.

“Jelas, sikap saya menolak dengan tegas dan mendorong pembatalan rencana pemberian fasilitas isoman di hotel bagi anggota DPR,” kata Farah, Jumat (30/7) dilansir nasional.kompas.com.

Ada sejumlah alasan mengapa dirinya menolak rencana tersebut. Pertama, dia menilai bahwa anggota DPR, ASN dan tenaga ahli seharusnya diperlakukan sama dengan masyarakat lain jika terpapar Covid-19.

“Apa pun jabatannya tidak perlu ada yang diistimewakan termasuk anggota dewan sekalipun,” kata dia.

Farah mengatakan, jika anggota DPR menginginkan fasilitas di luar dari yang negara sediakan, maka biaya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Tidak Perlu Ada Pengistimewaan bagi Anggota Parlemen Dia pun mengingatkan sesama anggota dewan agar tugas sebagai Wakil Rakyat yang seharusnya memberi bukan meminta.

 “Kami sebagai wakil rakyat yang seharusnya memberi bukan meminta. Apalagi demi kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Farah menyoroti banyaknya persoalan di masyarakat akibat krisis pandemi, mulai dari krisis kesehatan hingga ekonomi. Untuk itu, dia mengajak rekan-rekannya sesama anggota DPR lebih peka dan berempati terhadap masyarakat di sekitar dengan hadir sebagai bagian dari solusi.

Jika dikaitkan dengan fasilitas isolasi mandiri, Farah justru mendukung agar rumah dinas anggota DPR bisa difungsikan optimal sebagai pilihan tempat.

“Dengan ini kehadiran kita justru akan lebih berdampak nyata bagi masyarakat di tengah pandemi seperti saat ini,” ujar dia.

Farah mengaku kaget dengan adanya rencana penyediaan fasilitas isolasi mandiri di hotel bagi anggota DPR. Dia mengaku mendengar berita anggota DPR diberikan fasilitas justru dari berita yang beredar luas di media.

“Saya kaget. Untuk itu saya dengan tegas menolak fasilitas isoman di hotel bagi anggota DPR, karena tidak sesuai dengan makna Pancasila, di mana amanah seharusnya melahirkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama,” tuturnya.

Menolak rencana tersebut, Farah menyarankan agar anggaran untuk fasilitas hotel sebaiknya direalokasi untuk hal yang lebih krusial. Hal-hal krusial yang dimaksud yaitu terkait penyediaan kebutuhan kesehatan masyarakat di tengah pandemi.

“Sehingga dapat meringankan beban masyarakat seperti pengadaan ventilator, oksigen atau bahkan mendukung percepatan program vaksinasi hingga ke pelosok negeri agar kita bisa cepat mencapai herd immunity,” kata dia.

Redaksi@www.rasio.co//

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY