Antisipasi COVID-19, Rudi: Social Distancing Akan Dilakukan Perzona Kecamatan

0
431

RASIO.CO, Batam – Dalam rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona(CIVID-19) , Walikota Batam Sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi akan melakukan Social Distancing secara intensif perzona kecamatan.

Hal ini dilakukan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan diluar rumah sesuai edaran yang telah diterbitkan dan Team sudah hampir bekerja tiga minggu bahkan TNI dan Polri siang malam terjun langsung kemasyarakat, namun yang patuh hanya sedikit.

“Akan diwacanakan melakukan Social Distancing secara intensif Perzona Kecamatan sehingga dalam waktu 14 hari kedepan dapat memutus mata rantai penyebaran covid terhadap kita semua,” Kata Rudi di Dataran Engku Putri. Selasa(31/03).

Rudi juga sempat menyampaikan, bahwa himbauan terhadap masyarakat yang berjalan hampir tiga minggu ini yang patuh hanya daerah perkotaan saja yang patroli kita disitu, kalau kita ke Sagulung, Batuaji, Nongsa serta Sei Beduk, semuanya biasa-biasa saja.

“Artinya himbauan ini tidak memenuhi apa yang diharapkan pemerintah untuk memutus mata ratai penyebaran covid kepada kita semua dan saya ingin dua minggu kita rutin melakukan sosial distencing dan sudah ada SOTK kementrian kesehatan,”ujarnya.

Kata Rudi, Ketika dilaksanakan Social Distancing secara intensif perzona kecamatan, maka pemerintah akan menyiapkan paket sembako dan sudah disepakat Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Bantuan sembako pada tahap pertama untuk warga yang mendapat efek dari karantina per wilayah akan diberikan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Wali Kota Batam dan juga Ex-officio Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyebutkan paket sembako ini terdiri dari beras 20 kilogram, gula 3 kilogram, minyak goreng 2 kilogram.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa segera terealisasi,” ujar Rudi.

Pada tahap kedua, paket sembako akan direalisasikan dari Pemerintah Kota Batam. Untuk harga masing-masing sembako nanti akan berdasarkan harga dari importir langsung.

Terkait jumlah penerima sembako, Rudi mengatakan belum mendapatkannya. Saat ini pihaknya sedang menunggu data dari lapangan. “Datanya nanti itu siapa yang berhak menerima,” kata dia.

Rudi juga menambahkan penerima sembako tersebut bukan hanya mereka yang dikategorikan warga tidak mampu, namun juga diberikan kepada mereka yang dari kalangan pekerja ojek pangkalan, ojek online dan pengemudi taksi. “Jadi bukan hanya yang tidak mampu saja,” ucapnya.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY