Antrian Solar Kembali Mengular di SPBU Batam

0
177

RASIO.CO, Batam – Puluhan mobil pengguna BBM jenis solar kembali terjadi antrian panjang di beberapa SPBU di Batam. Sabtu(26/10).

Pantauan, Terlihat puluhan mobil jenis truck, pickup dan lainnya mengantri sedari pagi hingga siang, ironisnya antrian tersebut membuat pengguna jalur lalintas lainnya terganggu akibat memakan bahu jalan menuju nagoya dam batamcentre.

Menurut salah seorang sopir bernama Akirman yang dijumpai awak media mengatakan, hal ini hampir terjadi dalam beberapa hari ini selalu solar langka termasuk bbm jenis bensin.

“Kami berharap ada perhatian dinas terkait penyaluran bbm karena langka kami tidal bisa beraktifitas mencari rezki akibat bbm pokok utamanya,” kata Akirman.

Hal yang sama juga diungkapkan Roni, Ia mengatakan, antrian bbm tidak hanya terjadi di spbu pelita yang selalu terjadi hampir saban hari, namun juga di spbu lainnya di batam tetapi ada perbedaan jam antrian saja.

“Kalu di spbu pelita ini , terkadang sampai keterowongan antriannya dan juga menganggu pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, mengatakan, untuk penyaluran Biosolar di Kepri, sudah memenuhi kuota yg ditetapkan BPH Migas. Sedangkan untuk Premium, bahkan sudah di atas kuota.

“Kami tengarai antrian akibat adanya peningkatan konsumsi du Batam,” Kata Roby melalui sambungan selularnya beberapa waktu lalu. Selasa(14/10).

Pantauan lapangan , terlihat ada antrian panjang di beberapa SPBU di batam , salah satunya di depan kantor Samsat Kepei dan Ocarina hingga memakan jalur jalan utama yang membuat macet jalan raya.

Selain itu, Roby menyampaikan, kuota biosolar untuk September 2019 ssbanyak 17 ribu liter, namun yang disalurkan mencapai 20 ribu liter.

“Karena biosolar adalah BBM bersubsidi, maka BPH Migas memerintahkan Pertamina agar mengatur penyaluran. Sehingga kuota mencukupi hingga Desember 2019,” ujarnya.

Ia membantah biosolar yang sering habis di SPBU disebabkan “kebocoran”. Pertamina hanya menyediakan BBM itu sesuai permintaan.

Sementara itu, menyikapi panjangnya antrian BBM di beberapa tempat di SPBU Kota Batam. Dirreskrimsus Polda Kombes Pol. Rustam Mansur berharap masyarakat tidak resah.

Ditreskrimsus Polda Kepri terus berkomitmen apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM yang diperuntukan untuk masyarakat akan dilakukan penindakkan sesuai dengan ketentuan hukum dan jenis pelanggarannya.

Turit hadir Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Marketing Branch Manager Pertamina Batam, Disperindag kota Batam, Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kota Batam, Dishub Kota Batam, Kepala PSDKP dan Dinsos Kota Batam

Marketing Branch Manager Pertamina Batam, Awan Suharjo menjelaskan isu-isu yang beredar bahwa Pertamina mengurangi penyaluran BBM itu tidak benar, karena berdasarkan data yang dihimpun bahwa penyaluran Pertamina diatas dari pada Kuota penyaluran yang telah ditetapkan.

Saat kita melihat antrian-antrian yang terjadi di SPBU sementara itu kendaraan yang ikut mengantri dapat dikategorikan dalam mobil mewah, padahal dalam Manual Book dari kendaraan itu sudah disebutkan bahwa BBM yang diisi adalah minimal Oktan 90, Oktan 90 sendiri ada pada BBM jenis Pertalite bukan pada jenis Premium. Dan diharapkan BBM jenis Premium dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.

Untuk data penyaluran Premium dari Januari sampai dengan Agustus sebanyak 211.210 Kilo Liter dan Solar sebanyak 117.225 Kilo Liter periode Januari sampai dengan September dan didalam penyaluran BBM, Pertamina juga butuh bantuan dari Pihak Kepolisian dan Pemerintahan Kota Provinsi untuk mengawasi dan mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam pendistribusian dan mengungkap apa yang terjadi dilapangan.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY