Aryadi Terbukti Membunuh Pacar Berencana di Hukum 20 Tahun

107

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Juni Aryadi akhirnya di vonis majelis hakim Batam 20 tahun penjara karena tebukti melakukan pembunuhan berencana menghilangkan nyawa pacaranya sendiri Kurmilawati di Kampung Puncak Teluk Bakau Rt.03 / Rw.09 Nongsa. Jumat(07/09).

“Juni Aryadi Bin Darmawi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pembunuhan Berencana” sebagaimana dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum Pasal 340 KUHPidana dan dipidana penjara selama 20 tahun penjara,” Kata majelis hakim ketua Renni Pitua Ambarita di ruang sidang PN Batam.Kamis(06/09).

Atas putusan majelsi hakim tersebut terdakwa menerima dan begitu juga Jaksa Penuntut Umum Batam.

Diketahui, Terdakwa Juni Aryadi sekira tanggal 26 Maret 2018 pukul 03.30 WIB bertengkar
dengan korban sebagai pacarnya di tempat kostnya di Teluk Bakau, Nongsa Batam.

Usai bertengkar korban tidur, dengan posisi berbaring dengan posisi membelakangi terdakwa, laluterdakwa yang diliputi perasaan kesal dan emosikarena sering dipukul olehkorban

dan merasa harga tidak dihargai selama berpacaran kemudian bangun dari kasur lalu berjalan keluar kamar menuju tumpukan kayu di depan kamar kos danmengambil 1 batang kayu broti.

Setelah itu terdakwa masuk kembali ke dalam kamar, mendekati korbanlalu dengan sekuat
tenaga memukulkan kayu tersebut ke bagian belakang kepala korban sebanyak 3 kali.

Karena terdakwa masih mendengar korban bersuaraterdakwa langsung mencekik leher korban dari posisi belakang selama + 2 menit (kuranglebihduamenit).

Ketika terdakwa melihat korban sudah tidak lagi bergerak dan terdakwa melihat kedua tangan terdakwa basah karena darah dan berbau anyir, terdakwa melepaskan tangannya dari leher korban dan pergi ke kamar mandi lalu mencuci tangannya.

Setelah selesai kemudian terdakwa masuk ke dalam kamar kos, menghidupkanlampu kemudian mengeluarkan 1 batang kayu broti dari kamar dan meletakkannya di tempat tumpukan kayu semula.

Setelah itu di dalam kamar kos terdakwa mengganti pakaiannya lalu mengambil uang milik
korban sebesarRp 550.000 , serta mengambil 4 buah handphone milik korban dan ,membereskan pakaian kemudian memasukkannya semuanyake dalam tas.

Setelah selesai selanjutnya terdakwa menutup kepala korban dengan menggunakan bantal dan handuk kecil warna hijau, lalu keluar dari kamar pada sekira pukul 06.00 Wib.

Dan membuang kunci pintu kamar kos pada saat berjalan kaki mencari tumpangan ojek,
sesampainya di Teluk Bakau terdakwa melihat saksi Marrangin Simatupang dan meminta untuk diantar ke bandara, sesampainya di halte Bandara Hang Nadim Kota Batam.

Bya@www.rasio.co //

Berikan komentar anda