Banjir Kapuas Hulu, Warga Terpaksa Mengungsi

0
155
foto/Banjir merendam wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. warga yang terdampak banjir pun mengungsi.

RASIO.CO , Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mencatat sebanyak 6.165 KK atau 14.889 warga yang tinggal di 47 desa sejumlah kecamatan terdampak banjir.

Warga yang terdampak banjir meliputi 4.112 jiwa di Kecamatan Hulu Gurung 2.589 jiwa di Kecamatan Silat Hulu dan 6.537 jiwa di Kecamatan Boyang Tanjung. Kemudian 569 jiwa di Kecamatan Pengkadan, 472 jiwa di Kecamatan Bunut Hulu dan 1.610 jiwa di Kecamatan Silat Hilir.

“Dari keseluruhan warga yang terdampak, BPBD Kabupaten Kapuas Hulu mencatat ada sebanyak 398 KK terpaksa harus mengungsi,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Jumat (16/7) dilansir cnnindonesia.com

Rincian warga yang mengungsi antara lain, 127 KK di Desa Nanga Luan, 89 KK di Desa Entebi, dan 182 KK di Desa Bongkong. Sementara itu, desa yang terdampak banjir meliputi Desa Nanga Yen, Desa Tepuai, Desa Sejahtera Mandiri, Desa Karya Mandiri, Landau Kumpang, Desa Kelakar, Desa Bugang, Desa Simpang Sinara di Kecamatan Hulu Gurung.

Muhari menuturkan kerugian materiil sementara akibat banjir meliputi 961 unit rumah dan 55 unit fasilitas umum terdampak di Kecamatan Hulu Gurung.

Kemudian di Kecamatan Silat Hulu sebanyak 10 rumah roboh, 427 lainnya terendam, 25 fasilitas umum terdampak, 1 fasilitas pendidikan, 1 perpustakaan, 1 kantor desa, 2 masjid, 1 fasilitas kesehatan, 1 balai Posyandu dan 1 unit gedung serbaguna terdampak.

“Selanjutnya sebanyak 2.097 rumah dan 54 fasilitas umum terdampak di Kecamatan Boyan Tanjung. Kemudian ada 217 unit rumah dan 7 fasilitas umum terdampak di Kecamatan Pengkadan dan 150 unit rumah terendam di Kecamatan Silat Hilir,” ujarnya.

Muhari menyebut kebutuhan mendesak dalam penanganan darurat antara lain perbaikan kerusakan fasilitas umum yang rusak, tempat pengungsian sementara, kebutuhan dasar pangan seperti makanan pokok, makanan siap saji, makanan tambahan, makanan pelengkap, MP ASI, air minum dan air bersih.

Lalu, selimut, sarung, daster, pakaian dewasa/anak, handuk, pembalut wanita, perlengkapan mandi dan alas tidur. Kemudian juga kebutuhan kesehatan, sumber daya manusia, peralatan, obat-obatan, bahan pakai habis dan kesehatan lingkungan.

“Adapun kebutuhan darurat lainnya meliputi air bersih dan MCK/Sanitasi, jeriken air, sarana angkutan logistik dan utilitas lainnya seperti BBM, listrik dan jaringan telekomunikasi,” ujarnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY