Batas Tarif Rapid Test Hanya Rp150 Ribu

0
239

RASIO.CO, Batam – Pemerintah mealui Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan telah mentapkan batasan tertinggi pemeriksaan Rapid Test sebesar Rp150 rupiah.

Hal ini sesuai SE Dirjen Pelayanan No: HK.02.02/I/2875/20 ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo, pada Selasa (6/7) kemarin.

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Direktur Rumah Sakit, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN), Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasiitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia (PKFI), Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, dan Ketua Ikatan Laboratorium Klinik Infonesia (ILKI) di seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan Rapid Test Antibodi adalah Rp. 150 ribu, berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan Rapid Test Antibodi atas permintaan sendiri.

Menanggapi SE tersebut,
Kepala Ombudsman perwakilan Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari mengatakan, surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian dan jaminan bagi masyarakat agar mudah untuk mendapatkan layanan.

“Dimana pemeriksaan Rapid Test Antibodi ini dilakukan dimasyarakat pada saat akan melakukan aktivitas perjalanan orang dalam negeri,” ujar Lagat, Rabu (8/7).

Lagat berharap, untuk itu diperlukan peran serta Pemerintah dalam masalah tarif Pemeriksaan Rapid Test Antibodi agar masyarakat tidak merasa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan.

“Kepada pihak terkait agar menginstruksikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan pemeriksaan Rapid Test Antibodi untuk mengikuti batasan tarif maksimal yang telah ditentukan,” tutupnya.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY