Begini Cara Mengatasi Trauma Agar Hidup Bisa Move on

0
78

RASIO.CO, Jakarta – Reaksi masing-masing orang terhadap trauma psikologis berbeda-beda. Ada yang dapat membaik dengan sendirinya, ada pula yang menetap hingga waktu lama. Jika dibiarkan, trauma dapat mengganggu kehidupan Anda.

Dilansir,alodokter.com, Trauma psikologis biasa menimpa seseorang yang pernah mengalami kejadian yang sangat menyedihkan, menakutkan, atau mengancam nyawa. Trauma psikologis kadang bisa pulih dengan sendirinya seiring waktu. Namun jika tidak, berikut beberapa cara mengatasi trauma agar hidup bisa move on.

Seseorang yang mengalami kejadian traumatis biasanya merasa syok, takut, sedih, dan cemas berlebihan secara berkepanjangan. Reaksi tiap orang pun akan berbeda-beda ketika menghadapi kejadian traumatis, meskipun hal yang dialami serupa. Ada orang yang dapat menanggapinya dengan baik, namun ada pula yang berujung pada gangguan psikologis, seperti depresi dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Oleh karena itu, orang yang mengalami kejadian traumatis disarankan untuk melakukan konsultasi dengan psikiater atau psikolog, agar kejadian tersebut tidak meninggalkan trauma psikologis yang mendalam.

Cara Mengatasi Trauma Psikologis

Reaksi masing-masing orang terhadap trauma psikologis berbeda-beda. Ada yang dapat membaik dengan sendirinya, ada pula yang menetap hingga waktu lama. Jika dibiarkan, trauma dapat mengganggu kehidupan Anda. Jika Anda mengalami masalah psikis seperti ini, berikut cara mengatasi trauma yang bisa Anda lakukan:

  • Fokus pada hal penting
    Ketika berhadapan dengan trauma psikologis, fokuslah pada apa yang benar-benar perlu dilakukan dalam keseharian, sehingga Anda dapat menghemat energi fisik dan emosional.
  • Kembali ke rutinitas dan mengurus diri sendiri
    Konsumsi makanan yang sehat, cukup tidur, berolahraga secara teratur, dan melakukan berbagai hal lain untuk menjaga tubuh Anda berfungsi dengan baik. Selain itu, cobalah melakukan hal-hal yang Anda sukai, untuk menghilangkan stres. Beraktivitas dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dan mengatasi trauma.
  • Tenangkan diri dengan menarik napas
    Ketika cemas, stres, marah atau gelisah muncul, cobalah tarik napas dalam-dalam beberapa kali agar Anda dapat berpikir jernih dan menjadi lebih tenang. Anda juga bisa mencoba meditasi untuk membantu menenangkan pikiran.
  • Jangan ambil keputusan besar
    Hindari mengambil keputusan besar dalam hidup ketika emosi Anda masih tinggi dan tidak stabil. Tunggu sampai semuanya reda, sehingga Anda dapat berpikir lebih rasional.
  • Tidak menyalahkan diri sendiri
    Rasa bersalah, malu, marah, kecewa, sedih, dan mengasihani diri sendiri secara berkepanjangan, justru akan menjadi penyakit bagi diri sendiri. Menerima apa yang terjadi dapat mempermudah proses pemulihan diri dari trauma.
  • Cari bantuan untuk pemulihan
    Apabila Anda tidak dapat mengatasi trauma sendiri, carilah bantuan. Anda bisa curhat kepada teman atau keluarga, berkonsultasi pada psikolog atau psikiater, atau mendatangi organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang konsultasi khusus bagi penderita trauma.

Pada dasarnya trauma akan menimbulkan berbagai perasaan tidak menyenangkan. Hal tersebut memang wajar terjadi. Meski demikian, segera lakukan berbagai cara untuk mengatasi trauma yang dialami, agar Anda tidak selalu dihantui oleh kejadian yang sudah lewat. Biarkan masa-masa menyedihkan itu berlalu dan jangan izinkan dampak buruk dari kejadian tersebut merusak masa depan Anda.

Apabila setelah mengalami kejadian traumatis, Anda merasa sulit menjalani aktivitas sehari-hari, sulit berkonsentrasi, susah tidur, mengalami perubahan mood yang drastis seperti depresi, muncul ide untuk bunuh diri, atau merasa cemas berlebihan, maka sudah saatnya untuk berkonsultasi ke psikiater atau psikolog.

Bya@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY