Berbagai Tips untuk Menjalani Hidup dengan HIV/AIDS

0
93

RASIO.CO, Jakarta – Orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) rentan terkena penyakit infeksi, stres, dan berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu kualitas hidup.

Meski demikian, hal tersebut tidak seharusnya menjadi halangan bagi para ODHA untuk bisa menjalani hidup yang produktif dan sehat.

HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS yang sangat berbahaya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, ada sekitar 640 ribu penderita HIV/AIDS di Indonesia.

Meski belum bisa disembuhkan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan para ODHA guna memperpanjang harapan hidup sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.

Berbagai Tips untuk Menjalani Hidup dengan HIV/AIDS

Pola hidup sehat merupakan hal yang harus selalu diutamakan, tak pandang sudah seberapa parah HIV/AIDS yang diderita. Untuk itu, ODHA disarankan mengikuti beberapa tips menjalani hidup dengan HIV/AIDS berikut ini:

1. Minum obat ART secara rutin

Pengobatan HIV/AIDS sejauh ini memang belum bisa menyembuhkan dan mematikan virus HIV secara total. Namun, pengobatan ini penting dilakukan untuk menekan jumlah virus dan mencegah virus HIV semakin melemahkan sistem kekebalan tubuh penderita. Obat yang digunakan untuk mengobati HIV/AIDS disebut obat antiretroviral (ART).

Kendati ada banyak jenis obat ART yang bisa digunakan, tapi tujuannya tetaplah sama, yakni membantu sistem kekebalan tubuh mencegah dan melawan infeksi, serta menurunkan risiko penyebaran virus HIV ke orang lain.

Oleh karena itu, agar dapat menjalani hidup dengan sehat dan mencegah penularan virus ke orang lain, penderita HIV/AIDS perlu mengonsumsi obat ART secara rutin sesuai dosis dan petunjuk yang telah disarankan dokter.

2. Menjaga berat badan ideal

Setiap penderita HIV/AIDS perlu menjaga berat badannya. Hal ini dikarenakan badan yang terlalu gemuk atau terlalu kurus dapat memperburuk kondisi penyakit dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lain, mulai dari osteoporosis, penyakit ginjal, stroke, hingga penyakit jantung.

Untuk mengetahui berat badan ideal, ODHA perlu menghitung indeks massa tubuh (IMT). Jika IMT menunjukkan berat badan ODHA berlebihan atau justru kurang, maka dokter akan membantu untuk menentukan langkah-langkah yang dapat dilakukan guna mencapai berat badan ideal.

3. Mengonsumsi makanan tinggi nutrisi

Konsumsi makanan kaya nutrisi, seperti buah, sayur, biji-bijian, telur, dan susu, memiliki beragam manfaat, antara lain memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh memperoleh nutrisi dan energi, serta menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Selain mengonsumsi makanan tinggi nutrisi, ODHA juga harus mencukupi asupan cairan dengan mengonsumsi 8 gelas air putih per hari, serta membatasi asupan gula, garam, dan makanan berlemak.

Tidak hanya itu, pastikan makanan sudah dibersihkan dan dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi. Karena sistem kekebalan tubuhnya yang lebih lemah, penderita HIV/AIDS rentan mengalami infeksi jika mengonsumsi makanan yang tidak bersih, dimasak setengah matang, atau mengonsumsi makanan mentah.

4. Rutin berolahraga

Olahraga dapat meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan kebugaran tubuh, sekaligus membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam melawan infeksi. Berjalan santai, bersepeda, atau jogging selama 20-30 menit, setidaknya 3 kali dalam seminggu, dapat menjadi pilihan olahraga yang baik bagi penderita HIV/AIDS.

Meski demikian, ODHA sebaiknya tetap melakukan konsultasi ke dokter untuk menentukan jenis olahraga yang aman dilakukan. Dokter akan menentukan jenis dan durasi olahraga sesuai kondisi kesehatan penderita.

5. Menghindari rokok dan minuman beralkohol

Penderita HIV/AIDS yang memiliki kebiasaan merokok berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat rokok, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Begitu pula jika ODHA mengonsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh semakin lemah dan merusak organ hati.

6. Melengkapi imunisasi

Mengingat bahwa virus HIV dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat penderitanya rentan terkena penyakit infeksi, maka imunisasi merupakan salah satu langkah penting yang perlu dijalani oleh orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

Imunisasi memang tidak bisa menghilangkan virus HIV atau mengobati penyakit infeksi. Akan tetapi, imunisasi dapat mencegah infeksi virus dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit serius pada ODHA, seperti meningitis, pneumonia, dan hepatitis B.

Walau demikian, pemberian imunisasi pada ODHA ada syaratnya. Beberapa jenis imunisasi tidak boleh diberikan jika kondisi kekebalan tubuh ODHA sedang lemah. Untuk menentukan apakah kondisi tubuhnya cocok untuk diberikan imunisasi, orang yang hidup dengan HIV/AIDS perlu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter.

7. Mengurangi stres

Hidup dengan HIV/AIDS tidaklah mudah. Selain rentan sakit, penderita HIV/AIDS pun tak jarang mengalami tekanan batin dan stres yang berat. Bahkan tak sedikit ODHA yang hidup dengan gangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas. Oleh karena itu, penting bagi ODHA untuk memiliki teman, kerabat, atau komunitas yang dapat memberi dukungan emosional.

Selain itu, penderita HIV/AIDS juga perlu mengurangi stres dan tidur yang cukup, guna mencegah semakin lemahnya sistem kekebalan tubuh. Apabila diperlukan, ODHA bisa selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani sesi konseling (VCT).

Untuk memastikan kondisi kesehatannya terjaga, ODHA perlu kontrol rutin ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat mengetahui apakah langkah penanganan yang dilakukan sudah efektif, dan mendeteksi jika ada gangguan kesehatan lain, sehingga dapat segera diobati.

Apakah Penderita HIV/AIDS Boleh Berhubungan Seks?

HIV/AIDS tidak menjadi halangan bagi penderita untuk memiliki kehidupan seksual yang normal. Hanya saja, ODHA memang harus lebih berhati-hati saat berhubungan intim, untuk mencegah risiko penularan virus HIV ke pasangannya. Sebelum berhubungan intim, ODHA sebaiknya jujur dan terbuka terhadap pasangan mengenai statusnya sebagai ODHA.

Perlu diketahui bahwa virus HIV tidak menular melalui ciuman, jabat tangan, atau pelukan, kecuali jika ada sariawan atau luka di mulut, di tangan, atau luka di kulit. Jika sedang memiliki luka atau sariawan di mulut, penderita HIV/AIDS sebaiknya tidak berciuman dulu untuk sementara waktu hingga luka sembuh total. Jika tidak, virus HIV dikhawatirkan dapat menyebar melalui sariawan atau luka tersebut.

Saat berhubungan seks, baik seks penetratif (sanggama), seks anal, atau seks oral, ODHA dapat mencegah penyebaran virus dengan mengenakan kondom.

Namun jika hubungan seks dilakukan untuk mendapatkan momongan, ODHA dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Tanpa penanganan dan pengawasan yang ketat oleh dokter, virus HIV sangat berisiko ditularkan ke janin.

Hidup sehat bisa dijalani oleh siapa pun, tak terkecuali ODHA. Dengan kesehatan yang terjaga, orang yang menderita HIV/AIDS pun bisa tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY