Besok, Bayu dan Zainuddin Jaringan Sabu 63 Kilo Akan di Tuntut Jaksa

182

RASIO.CO, Batam – Besok, Dua terdakwa Bayu Wibowo dan Zainuddin diduga merupakan jaringan pengedar sabu wilayah Batam-Kalimantan , diagendakan akan mendegarkan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum di ruang sidang PN Batam. kamis(13/09).

Ironisnya, sidang kedua terdakwa yang diduga membawa sabu 63 kilo dengan upah Rp60 juta tergolong cepat, pasalnya JPU Mega Tri Astuty gagal menghadirkan saksi dan hanya dibacakan secara tertulis dan berakhir penuntutan. parahnya tiga minggu tuntutan belum siap.

Kedua terdakwa ini dalam pengakuannya dipersidangan sudah dua kali berhasil melakukan
penjemputan sabu, sedangkan yang terakhir beralasan belum menikmati hasilnya dan hanya baru menerima uang transportasi.

“Aneh kalau kasus ini dituntut jaksa ringan kapan perlu hukuman mati,” kata RS beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Kedua terdakwa Bayu Wibowo dan Zainuddin pernah lolos sebelumnya membawa sabu mengunakan ekspedisi dan mendapat upah Rp60 juta.

Hal ini terungkap dipersidangan yang diketuai majelis hakim ketua Renni Pitua Ambarita
didampingi dua hakim anggota dengan JPU Kadek di PN Batam.

“Sudah pernah berhasil kamu menikmati hasil sabu sebelumnya kan?.

“Benar yang mulia yang dan bosnya tetap Basnah,” kata terdakwa Bayu Wibowo. Kamis(16/08).

Sementara itu, uniknya dalam kasus persidangan dua terdakwa Bayu Wibowo dan Zainuddin terindikasi serta diduga berbau Markus karena saksi tidak dapat dihadirkan JPU, sehingga langsung pemeriksaan terdakwa.

Kedua terdakwa hanya mengaku sebagai orang suruhan Basnah(DPO) mafia narkoba yang
berasal dari Banjarmasin .

Sedangkan Pembela Negara JPU terlihat tidak mampu mepertanyakan lebih dalam terkait
jaringan kedua terdakwa dan hanya mempertanyakan kegiatan terdakwa dikampung
halamannya.

ironisnya lagi, kedua terdakwa melalui Penasehat Hukumnya meminta keringanan hukuman dengan alasan kedua masih terdakwa masih mempunyai tanggungan serta masih muda.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU Mega dan akankah kedua terdakwa dituntut Ringan? Dalam kasus sabu 63 Kilo ini.

Jaksa Penuntut Umum(JPU) Mega Tri Astuti SH gagal hadirkan saksi penangkap dan saksi
ekspedisi dalam kasus kepemilikan sabu 63,043 kilo gram dengan terdakwa Bayu Wibowo dan Zaenudin yang diduga merupakan pemain sabu.

Ironisnya, keterangan kedua saksi tersebut hanya dapat dibacakan keterangan tertulis saksi, namun telah disumpah, dan sidang akhirnya ditunda pekan dewan serta kemungkinan akan pemeriksaan terdakwa.

“Majelis belum lengkap pemeriksaan terdakwa dilanjutkan pekan depan,” kata Majelis hakim ketua Renny Pitua Ambarita. Kamis(09/08) kemarin.

Seperti diketahui, kedua terdakwa merupakan hasil pengembangan tangkapan Bea Cukai Batam dibulan Januari 2018, ditemukan kiriman paket berupa sabu seberat 63,043 kilo yang dikirim mengunakan ekspedisi PT Deras Cargo Ekspress Jalan Pancoran Timur 2 N0.3 Jakarta Selatan.

Dimana Reza Arfie dan Dedek Saputra petugas Bea Cukai bandara Hang Nadim Batam
melakukan pengawasan terhadap barang dicurigakan dilakukan pemindaian, dari hasil
pencintraan mesin X ray.

Barang mencurigakan tersebut dipisahka petugas dan ditemukan dua koli yang diduga narkotika yang akan dikirim ke Jakarta , serta dilanjutkan melaporkan ke Polda Kepri. berdasarkan tersebut Tim Satnarkoba Polda mengikuti serta melakukan Surveilance.

Sampai di Gapura Cargo Bandara Sukarno Hatta dan tiba sekira Jam 21.30, dan barang tersebut dijemput oleh saksi Nurdin dan Saksi Nurjayadi , kemudian orang tersebut dilakukan introgasi, bahwa barang tersebut akan di bawa ke CV Dunia Cargo milik Saksi Linda Perumahaan Ruko Palm Bulovard N0.A6 Jakarta selatan.

Kemudian saksi Roy Chandra dan team melakukan Introgasi kapada saksi Linda barang tersebut milik siapa, akan di kirim kemana dan dijawab oleh saksi Linda akan di kirim ke Gudang akhir PT Deras Cargo yaitu barang berupa 2 Koli berisi 4 kardus Bubuk Deterjen Merk BOOM.

Berlanjut datang saksi Iwan selaku kepala gudang PT Deras Cargo untuk menjemput barang tersebut, selanjutnya dilakukan Introgasi kepada saksi diperoleh keterangan barang tersebut akan di bawa ke PT Deras Cargo Ekpres di Gedung Tranka Jl Raya Pasar Minggu N0.17, barang tersebut untuk di beritahukan kepada Saksi Ambar.

Selanjutnya Team Resnarkoba Polda Riau berkonsolidasi untuk dapat menggeser barang bukti yang sudah di ketahui berisi Sabu sabu yang dikemas dalam Kardus 4 buah yaitu kardus Deterjen merk Boom di tempatkan pada Gudang PT Deras Cargo Ekpres di Jalan Pancoran Timur 2 N0.3 Jakarta Selatan, untuk dijemput oleh terdakwa Zaenudin (terdakwa dalam berkas terpisah).

Selanjutnya Team yang sudah siap melakukan penangkapan terhadap penerima paket sabu sabu menunggu terdakwa menjemput barang tersebut, sekira 13.40 Wib pada hari Jum’at terdakwa Bayu Wibowo alias Agus Salim alias Muchamad Sa’i dan Zaenudin.

Zaenudin sebagai perantara, menerima barang berupa sabu sabu pada pengiriman 19 Januari 2018 tersebut mendapatkan upah dari Mrs, Basnah yang tinggal di Malaysia dan terdakwa tidak pernah bertemu muka dan hanya lewat WA.

Upah Terdakwa ditranfer melalui BCA milik saksi Zaenudin sebesar Rp. 14.644.000 Dan terdakwa dikenalkan oleh teman terdakwa bernama Halid(DPO)yang ada di Banjarmasin dengan Mrs Basnah dan telah dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini dari Saksi Zaenudin.

Kedua terdakwa dijerat dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU N0. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau kedua Pasal 112 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU N0. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maskimal Mati.

APRI@www.rasio.co //

Berikan komentar anda