BNPTGelar Apel Gabungan Bersama TNI-Polri”Siaga Terorisme”

0
364

RASIO.CO, Batam – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan  ratusan personel Brimob Polda Kepri, Raider 136/Tuah Sakti Barelang, Marinir 10 Satria Bhumi Yudha (SBY) menggelar apel siaga ancaman terorisme di lapangan Mako Raider 236/Tuah Sakti  Barelang, Kamis (30/3) pagi.

Dilansir Haluan Kepri,Apel tersebut dilakukan untuk mengamankan wilayah Provinsi Riau dari ancaman tindak pidana terorisme. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Direktur Penindakan BNPT, Brigjend Pol Drs Torik Triono dan Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjend Pol Fachrudin.

Direktur Penindakan BNPT, Brigjend Pol Torik Triono mengatakan, kegiatan ini hanya bersifat stimulasi serta mengawal kesiapsiagaan dalam penanggulangan dari ancaman terorisme di daerah Kepri ini.

Kegiatan ini juga mendukung dan meningkatkan sinergisitas antar satuan mengingat kondisi geografis wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan dengan negara asing. Apalagi Kepri dikenal memiliki banyak pulau yang cukup strategis bagi jaringan teroris untuk keluar masuk Indonesia.

” Ini dilakukan untuk membangun kepedulian semua pihak agar sel-sel terorisme tak tumbuh berkembang di Kepri, karena diketahui jika Kepri ini negara tetangga dan banyak pulau-pulau kecil,” kata Torik di Mako Raider, Kamis (30/3).

Sebelumnya, kata dia, sejumlah teroris di pulau Batam ditangkap karena berupaya menyerang Singapura. Aksi itu digagalkan setelah polisi mencurigai gerak-gerik pelaku.

Menurut Torik, Batam hanya menjadi transit orang-orang yang akan berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan terorisme. Selain itu, Batam juga menjadi tempat menyusun strategi penyerangan. “Kita sudah kordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap terorisme di Kepri,” katanya.

Ia juga mengatakan, sejumlah Satgas sudah menjalankan poksi dan tugasnya masing-masing, seperti memonitor perkembangan terorisme di Indonesia. “Kita tidak mau ada kecolongan dengan adanya terorisme. Jika ada gerakan tidak lazim masyarakat harus segera laporkan, kepedulian masyarakat sangat membantu untuk pencegahan,” ujarnya.

Sementara, Danrem 033 Wira Pratama Kepulauan Riau (Kepri) Brigjend TNI Fachri mengapresiasi dan berterimakasih adanya kegiatan simulasi gabungan TNI Polri tersebut.

Dia mengatakan, dalam simulasi ini digelar untuk memacu kemampuan para prajurit baik itu peralatan maupun perorangan. Jadi bila ada di Kepri ini ancaman terorisme, kita pun tak jauh lagi untuk memanggil pihak Densus 88, karena anggota disini sudah siap untuk mengatasi hingga menuntaskanya.

“Kita siap mengamankan anti teror di Kepri ini meskipun tergolong aman dari ancaman terorisme tersebut. Karena prajurit sudah siap memacu kemampuan baik itu dibidang peralatan maupun perorangan,” tegasnya Fachri saat itu.

Dalam kegiatan tersebut, para prajurit dilatih untuk menuntaskan dua unit rumah yang dianggap kelompok terorisme. Bahkan, saat melaksanakan tugasnya, para prajurit penangkal anti teror dibekali dengan senjata canggih dengan mobil anti teror.

Apri @www.rasio.co | HK

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY