Bos Gelper Happy Land Tumbalkan Pekerja jadi Terdakwa

680

RASIO.CO, Batam – Diduga Bos Gelanggang Permainan(Gelper) Happy Land WNA tumbalkan pekerjanya sebagai wasit, kasir dan lainnya untuk duduk dibangku persidangan PN Batam. Ironisnya para pekerja bungkam saat ditanya Majelais hakim dipersidangan. Kamis(27/07).

Gelper Happy Land berlokasi i Komplek Nagoya Hill Mall blok X nomor 11, yang digrebek Polda Kepri pada Mei 2018 lalu.

JPU dalam sidang perdananya menghadirkan, terdakwa, Yun Wahyudi Lao Yan Wah alias Yun dan Hasbi Amin (pemain), Rajah Saditriani alias Fitri (kasir), Dhea Kharisma Christa Wijaya (kasir), Tejo dan De Ningsa Mariyana alias Cici (pengawas), Nici Satria bin Indra Jayusman (pengawas) serta Joni (penukar hadiah).

Masing-masing terdakwa ini diancam pidana pasal 303 ayat (1) ke-2 atau kedua pasal 303 bis ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sementara, diduga dua warga negara asing (WNA) yang menjadi pemilik Gelper tersebut tak ikut diamankan, Keduanya dikabarkan dinyatakan DPO.

foto/istimewa

Saksi penangkap mengatakan, unsur perjudian pada Gelper Happy Land bisa diungkap setelah saksi mengikuti permainan. Begitu ditemukan ada penukaran uang, pihaknya pun langsung melakukan upaya penegakan hukum.

“Saat melakukan penyelidikan, saya ikut main. Memang ada unsur judi, permainan untung-untungan dan juga ada penukaran uang, yang merupakan hadih bagi pemain yang menang,” kata saksi.

Sementara para terdakwa yang juga saling bersaksi saat itu, tak tahu menahu soal unsur judi. Mereka, hanya pekerja yang mendapat upah untuk menghidupi sanak keluarga mereka masing-masing.

Sementara itu, saat majelis hakim Jasael, Muhammad Chandra dan Rozza mempertanyakan pemilik Gelper tersebut, para terdakwa menyatakan tidak tahu. Tak satu pun dari mereka yang berani menyebutkan nama Fadi alias Botak (DPO) dan Aseng (DPO).

Siang dilanjutkan majelis hakimpekan depan dengan agenda mendegarkan tuntutan JPU Kejari Batam.

Sementara itu, Modus perjudian gelper ilegal di Batam, para pemenang akan mendapatkan tiket , lalu ditukarkan terhadap kasir berupa rokok dan selanjutnya kembali ditukarkan terhadap pembeli menjadi uang.

APRI@rasio.co

Berikan komentar anda