Bos Toko Serba 8000 Jual Produk Kosmetik Ilegal Asal China

2528

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Chandra bos PT.Indo Mitra serba 8000 Batuaji diduga menjual produk kosmetik ilegal asal China dan terungkap dipersidangan PN.Batam. Selasa(17/07).

Parahnya, diduga terdakwa Chandra masih berkeliaran melakoni usahanya karena mendapat tahanan luar kejaksaan.

Dipersidangan terdakwa mengaku barang kosmetik jenis shampo didapat dari Saleman yang datang menawarkan , sedangkan harga shampo , body motion dan lainnya dijual dengan harga serba 8000 di tokonya.

“Toko beroperasi setahun tetapi baru menjual produk tersebut tiga bulan dan untungnya tipis,” kata Chandra di pn Batam.

Lanjut dia, barang kormetik tersebut diorder melalui salesman dan tidak akanenjual produk
tanpa izin edar dari BPOM lagi,”ujarnya.

Sementara itu, saksi BPOM menjelaskan bahwa produk kosmetik yang dijual terdakwa tidak terdaftar di BPOM.

“Produk tak terdaftar serta tidak memiliki izin edar,” ujar saksi.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majlis hakim mengagendakan sidang pekan depan untuk mendengarkan pembacaan tuntutan JPU Rosmarlinda Sembiring .

Diketahui, peristiwa bermula di bulan February 2018 sekira pukul 15.00 Wib petugas BPOM
Kepri toko PT.Indo Mitra Ritel/Batam Ria Serba 8000 di Komplek Ruko Batu Aji Centre Blok A No.1-7 Kelurahan Sungai Langkai Kecamatan Sagulung, Batam.

Pemeriksaan rutin oleh petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan Batam yaitu saksi Sri
Anggraini dan saksi Rai Gunawan ke toko PT.Indo Mitra Ritel/Batam Ria Serba 8000 di Komplek Ruko Batu Aji Centre Blok A No.1-7.Batam. yang dikelola terdakwa Chandra.

Lalu petugas dari Balai POM Batam memperlihatkan surat tugas ke karyawan toko PT. Indo
Mitra Ritel/Batam Ria Serba 8000. Kemudian karyawan toko menghubungi saksi Iwan selaku supervisor PT. Indo Mitra Ritel/Batam Ria Serba 8000.

Kemudian petugas dari Balai POM Batam melakukan pemeriksaan terhadap sedian farmasi
berupa kosmetika yang ada di etalase toko Bayam Ria Serba 8000 tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan kosmetika yang tidak memiliki izin edar atau belum mendapatkan persetujuan pendaftaran yang di berikan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan yang berjumlah ribuan pcs diduga ilegal.

Caimengsi,Shantou City Nuoaisi Ind China, 262 pcs,Treecity Pro-ES, ShantouCity Nuoaisi Ind China,Aimerit Hair shampoo Cammer Ind Malaysia, 2 683 pcs, Rijoice Shampoo, Shantou Bamei Cos,64 pcs.

Treecity Baby PowderH, HongkongYazi trade Grup Limited,88 pcs, Treecity Perfumed
Talc,Shantaou City Nuoaisi Cos Ind china, 37 pcs, LM Nail Polish Remover China147 pcs.
Ever Color, Guangzhou Salsi Cosmetics, 375 pcs, Colgate, 9 pcs, Rewell,133 pcs.

Dimana seharusnya Farmasi hanya dapat di edarkansetelah memiliki ijin edar dari Badan POM RI. Bahwa terdakwa mendapatkan barang-barang sedian farmasi berupa kosmetika tersebut tanpa izin edar tersebut dengan cara memesan kepada sales yang datang ke toko terdakwa kemudian di edarkan atau di jual secara langsung ke konsumen yang datang ke tokoPT.Indo Mitra Ritel/Batam Ria Serba 8000 di Komplek Ruko Batu Aji Centre Blok A No.1-7 .

Perbuatan terdakwa Chandra sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal197 Undang- undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda