Buah Pala Primadona Petani di Anambas

0
126

RASIO.CO, Anambas – Pala (Myristica fragrans) saat ini menjadi tumbuhan primadona bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Pasalnya tumbuhan yang termasuk rempah-rempah ini memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.

Hal ini membuat pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (DP3) akan mengembangkan pala di lahan seluas 190 Hektar di tiga Kecamatan antara lain yakni, Kecamatan Siantan, Kecamatan Siantan Timur dan Kecamatan Siantan Selatan.

“Kita mengembangkan ini, karena pala memiliki nilai ekonomis dan sedang gencar-gencarnya untuk dikembangkan,”kata Effi Sjuhairi, Kepala DP3 KKA, Senin (13/5).

Dalam pengembangannya, pemerintah daerah membantu petani menggarap lahannya sendiri, dan menyediakan pupuk, bibit kepada petani. Pengembangan Pala ini bukan hanya di ditiga Kecamatan saja, namun pasa tahun 2020 akan di Jemja Pala juga akan dikembangkan.

Saat ini lanjutnya terdapat 8 kelompok petani yang mendapatkan bantuan, dengan asumsi perhektar 140 batang.
Untuk kelompoknya itu bervariasi 8 sampai 15 orang.

“Kenapa Pala giat kita kembangkan, karena mengejar hasil produksi, apalagi di Anambas sudah ada mesin produksi,”tuturnya.

Disinggung tentang bibit Pala yang akan diberikan ke masyarakat, Effi mengungkapkan, bibit yang digunakan itu adalah bibit lokal, karena bibit tersebut sudah tersertifikasi pohon induk oleh Kementrian. Bahkan Kementrian telah memberikan SK tentang standarisasinya.

“Alhamdulillah bibit pala asal Anambas sudah bersertifikat, bahkan sudah banyak permintaan dari Bintan, Tanjung Pinang, dan baru baru ini juga UPTD BBIPK Provinsi minta 2000 biji Pala dari Anambas,”terangnya sumringah.

Namun demikian ungkap dia, sertifikat pala ini baru lokal saja atau hanya masih dalam provinsi. Dan pada bulan Oktober 2019, dengan dibantu Balai Penelitian Rempah dan Obat maka Bibit pala Anambas go nasional.

“Pala itu dari mulai biji, kulit,fuli semuanya laku, belum lagi panennya secara kontinu,”bebernya.

Saat ini tambah dia, sektor perkebunan di Anambas sedang menggeliat dan menjanjikan, untuk tanaman pala 40 pohon tersebut diasumsikan dapat menghasilkan laba sekitar Rp5000.000 perbulan. Apabila satu hektar terdapat 120 batang, artinya dalam sehaktar itu dapat menghasilkan Rp15.000.000/bulan yang dapat diraup petani.

“Dengan sisi ekonomis pengembangan pala tersebut maka tanaman ini kedepan akan menjadi primadona di sini,”tutupnya.(red/hk).

LEAVE A REPLY