Cai Fung Diduga Korban Mafia Asing”Berkerah Putih” di Batam

Kasus Dugaan Penggelapan 2 Juta Dolar Terdakwa Bergulir di PN Batam

472

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Cai Fung tersandung kasus dugaan penggelapan dana perusahaan dan diduga merupakan korban para mafia asing yang diduga berusaha menggelapkan pajak oleh perusahaan mengais pundi rupiah di Batam.

Para mafia asing berdasi ini diduga mengorbankan Cai Fung yang merupakan mantan
Accounting dan HRD PT.Laut Mas cabang Batam dimana induk perusahaan¬†Megastar Shipping Pte Ltd bergerak di bidang expedisi barang Batam-S’pore.

“Diduga Konspirasi sangat rapi mengorbankan terdakwa karena perusahaan asing mengais
rupiah di negara kita, diduga membuat agen di Batam untuk menghindari pajak dan saat ini kabarnya sudah dilaporkan ke pajak,”kata RD, PH mendamping terdakwa di Batamcentre. Selasa (10/07).

Sementara itu, Kasus sedang bergulir dipersidangan PN Batam.Selasa(10/07) dengan agenda mendegarkan 5 keterangan saksi.

Terdakwa Cai Fung akunting PT.Laut Mas perkara dugaan penggelapan uang perusahaan 2 juta Dollar Singapura milik Megastar Shipping Pte Ltd.

Sidang yang diketuai oleh Hakim Dr. Syalan, SH.,MH, ini, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan, SH dan Ari Prasetyo, SH menghadirkan 5 orang saksi, Sun Kim, Yustan, So Anju, Sue Yin, dan Refri Kamel.

Dari 5 saksi yang dihadirkan, 3 orang saksi, Sun Kim sebagai akunting, So Anju selaku Manager Admin dan Yuston Direktur dari PT. Trakindo telah memberikan kesaksiannya, sedangkan 2 saksi lain akan dilakukan pada tanggal 12 Juli 2018.

Dari keterangan para saksi, banyak yang tidak singkron sehingga membuat PH terdakwa jadi berang.

Akibatnya rasa berang itu, sidang ini juga sempat terjadi ketengangan emosional antara PH
terdakwa dengan hakim lantaran pertanyaan yang ditanyakan oleh para PH terdakwa, Ibnu
Hajar, SH, Sumardi, SH, Amir Mahmud, S.Ag., MH, Tantimin, SH dan Rudianto, SH kepada saksi Yuston dinilai hakim telah di keluar konteks dari perkara yang disidangkan.

Dari pertanyaan yang dilontarkan oleh para PH terdakwa tersebut, seperti mengarah kepada dugaan seakan terdakwa adalah korban konspirasi yang dikambing hitamkan oleh pihak pelapor diduga dengan tujuan lain.

Dugaan tersebut diperkuat lagi setelah saksi Yustan yang mengatakan bahwa Mega Star Ltd, PT. Trakindo dan PT. Laut Mas adalah satu group, dan diakuinya lagi terdakwa pernah memberikan sejumlah uang dari perusahaan PT. Laut Emas untuk mendirikan perusahaan PT. Trakindo.

Tak lama setelah ketegangan itu dan melihat waktu tidak mendukung untuk dilanjutkan, Hakim Dr. Syahlan lalu mengundur sidang ini hingga 2 hari ke depan.(red/dk/di).

APRi@www.rasio.co

Berikan komentar anda