Cara Mengecek Ponsel Resmi atau Ilegal

0
49
Ilustrasi ponsel blackmarket.

RASIO.CO, Batam – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memblokir peredaran telepon seluler (ponsel) blackmarket (BM) atau ilegal di Indonesia. Cara memblokirnya, pemerintah akan menggunakan nomor IMEI yang ada di ponsel.

Pemerintah menyatakan memiliki  database berisi nomor IMEI ponsel yang masuk secara resmi ke Indonesia. Jika nomor IMEI sebuah ponsel tak terdaftar pada database tersebut, maka ponsel itu kemungkinan besar ilegal.

Saat ini, pemerintah masih menggodok regulasi pemblokiran ponsel BM. Ada tiga kementerian yang terlibat, yakni Kemenperin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Regulasi terkait pemblokiran ponsel BM ini akan ditandatangani pada 17 Agustus mendatang.

Ketiga kementerian itu memiliki peran masing-masing dalam pemblokiran ponsel BM. Kemenperin sendiri memiliki sistem validasi IMEI yang dapat mengecek apakah sebuah ponsel ilegal atau legal.

Sedangkan Komenkominfo akan bertindak meminta operator seluler memblokir jaringan yang digunakan oleh ponsel ilegal. Selanjutnya Kemendag bakal mengawasi proses perdagangan ponsel ilegal tersebut.

Bagaimana cara mengecek ponsel yang kita pakai sekarang resmi atau ilegal?

Pertama, kita bisa menekan tombol *#06# pada ponsel. Selanjutnya bakal muncul rincian nomor IMEI dan serial si ponsel.

Setelah itu, pemilik ponsel harus masuk ke halaman Kemenperin untuk mengecek apakah IMEI itu terdaftar atau tidak melalui halaman kemenperin.go.id/imei.

Masukkan 15 digit nomor yang tersedia, kemudian tekan tombol “simpan”. Jika IMEI ponsel kita tidak terdaftar,  maka halaman akan memberi keterangan bahwa nomor IMEI tersebut tidak ada dalam database Kemenperin.

*****

Dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY