Cerite ‘Tok Bahari Talib’ Suku Laut asal Natuna

0
536
foto/ist

RASIO.CO, Natuna – Kisah mantan pengembara laut asli Pulau Midai ini memang tak bisa dilewatkan begitu saja, dibalik kiprah nya yang begitu panjang di dunia tangkap ikan dan prihal mengembara dilautan luas ‘Tok Bahari Talib’ (77) tahun yang asli keturunan Suku Laut asal Natuna.

Dimana yang baru 2 tahun ini menghentikan kiprah nya di laut. Keturunan suku laut asli Natuna ini bercerita banyak hal tentang kisah haru dan bahagia ketika ia berkiprah dilaut.

Pria yang biasa di sapa Tok Bah oleh masyarakat Midai ini merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang merasakan sendu – sendu kehidupan di hari tua, Tok Bah yang kesehariannya kini hanya duduk manis sambil menikmati masa – masa indah nya didepan pondok kecil yang berada di Sabang Mudok, Midai.

Tok Bah sempat menceritakan saat ia masih gagah berani menempuh ganasnya laut Natuna hingga ke wilayah Pulau Jawa, dan Sulawesi. Dengan menggunakan kapal yang berukuran kecil untuk mencari ikan dan seterusnya akan dijual di pasar-pasar penjualan ikan di Pontianak, Kalbar.

Tok Bah yang asli keturunan suku laut pulau Midai juga menceritakan tentang masa kecilnya saat ia duduk di urutan 3 Sekolah Rakyat yang dimana beliau juga turut menyambut Bapak Koperasi Indonesia yang sekaligus sebagai Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia ‘ Drs.Mohhamad Hatta ‘ dengan dihantar manggunakan 4 unit KRI beserta pasukan khususnya. ‘ Mase tu saye masih urutan 3 Sekolah Rakyat kan disuruh Guru untuk nyambut kedatangan Pak Moh. Hatta di Pelabuhan’ tuturnya.

4 buah kapal perang sekali datang lengkap sama pasukan pasukan nya, diorang dempet kat plabuhan tu, Habis tu diorang langsung jalan keliling Midai ngeliat aktifitas pertanian disini waktu tu, habis tu baru ke Ahmadi co. Tambahnya.

Menurut cerita yang beredar Drs. Mohammmad Hatta banyak belajar sisitim yang dianut oleh Ahmadi co mengenai sisitim Koperasi, dan diduga setelah mengunjungi pulau midai lah Bung Hatta mendapatkan gelar Bapak Koperasi Indonesia, karna dianggap sebagai sosok penting tentang berdirinya Koperasi di Indonesia.

Tok Bah yang kini masih sehat dan daya ingatnya sangat kuat ketika ditanya tentang kawan korib seusianya sesama pelaut, meskipun penglihatan Tok Bah sudah tidak sejelas dulu ia tetap tenang dalam menikmati indahnya di hari Tua.

Semoga Tok Bah senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalani indahnya senja di Dunia.//Petaniku

sumber:@petanikuprojek fb midai

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY