Ciri Khas Kuliner Salai Tamban Dabo Kepri

0
167

RASIO.CO, Lingga – Ada aneka kerupuk berbahan dasar ikan, sotong hingga udang. Ada dodol khas Dabo, kue lampam sampai salai tamban. Tinggal pilih saja, penganan asal Lingga yang mana yang akan dijadikan buah tangan. Semuanya nikmat dan berbahan dasar pilihan.

Yang cukup terkenal adalah kerupuk rota rasa udang. Bahkan rasanya lebih nikmat dari kerupuk rota kemasan pabrikan. Diproduksi di Kampung Suak Tangun, Kecamatan Singkep Barat, kerupuk ini banyak dijual di toko-toko kelontong di Pasar Dabo.

Satu kemasan dijual dengan harga Rp 13 ribu. “Kalau beli di tempatnya langsung bise murah lagi, Rp 10 ribu per bungkus. Tapi agak jaoh lah dari sini,” sebut Janah, Warga Dabo, Rabu (27/11). Dodol khas Dabo juga tak kalah enak.

Dibungkus dengan kertas minyak warna-warni, lalu dikemas dengan kotak plastik sederhana. Meskipun demikian, rasanya nikmat. “Enak loh rasanya. Tak terlalu manis,” ujar Andryas, Warga Tanjungpinang yang mengaku tak terlalu suka dodol, namun cocok dengan rasa dodol khas Dabo ini. Kamis (28/11).

Buah tangan asal Dabo yang tak boleh dilewatkan, adalah salai tamban. Ikan tamban yang digunakan masih segar, yang tercium dari aromanya. Pagi-pagi sekali sudah tersedia. Jadi bagi yang ingin berangkat dengan fery ke Tanjungpinang atau Batam, bisa membawa salai tamban yang masih hangat.

“Ini tahan lama kak, kalau disimpan di kulkas,” terang Janah. Tamban salai ini dapat diolah seperti tamban segar pada umumnya. “Kalau kami sukak dimasak asam kak,” tambah Janah. Bisa juga digoreng kering, lalu disambal dengan cabai hijau. Atau dapat pula disambal dengan cabai kering.

Tamban salai ini juga tak membuat kantong bolong. Namun harganya tak dapat dipastikan, tergantung musim. Jika sedang musim seperti saat ini, lebih dari 50 ekor tamban salai bisa diperoleh dengan harga Rp 30 ribu saja.

Sayangnya potensi ini belum digarap dengan serius. Tamban salai masih dikemas secara tradisional. Dibungkus dengan kertas Koran untuk menyerap uap dari tamban yang masih hangat, lalu dibungkus kembali dengan kantung plastik.

Selain itu, ikan bilis dan sotong kering dari Dabo juga terkenal lezat. “Disini paling terkenal bilis sama nos die kak. No situ ikan sotong kering. Kemaren kami pergi ke ekspedisi, ada nyonya tu kirim bekarung-karung ke Bali,” ungkap Janah.

Jika sedang musim durian, juga tersedia lempuk. Sayangnya kali ini sedang tidak musim durian. Kemungkinan lempuk baru tersedia pada April mendatang.

sumber: dari kepriprov.go.id

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY