David Gunakan Perusahaan Travel Bodong Rekrut TKI Ilegal

97

RASIO.CO, Batam – Terkuak dipersidangan terdakwa David Surbakti dan La Adi Ode merekrut TKI Ilegal untuk diberangkat ke Malaysia melalui pelabuhan Internasional Batamcentre mengunakan perusahaan Tour&Travel PT. Mahkota 99 tak memiliki izin dah sudah tutup tahun 2016.

Yap King salah seorang komisaris perusahaan sebai saksi mengatakan, perusahaan didirikan ditahun 2004, dimana saya sebagai komisaris,David sebagai direktur dan bergerak dibidang Tour&Travel. selama beroperasi tidak pernah untung dimana akhirnya tahun 2016 ditutup.

“Saya hanya menginventasikan modal bahkan kantor pun diruko milik saya tampa sewa dan saya tidak tahu dipergunakan untuk merekrut TKI Ilegal,”ujar saksi.Rabu(04/07).

Sedangkan, saksi Husni sebagai direktur utama PT Mahkota 99 mengatakan, selama ini
perusahaan hanya bergerak mennjual tiket dan ada dua karyawan yang bekerja sebelum
perusahaan tutup, namun tidak mengetahui disalah gunakan terdakwa mengirim tki ke Malaysia.

Sementara itu, saksi penangkap kepolisian Polda Kepri mengatakan, terdakwa David
memberangkat 63 TKI asal jawa hanya mengunakan pasport pelancong dan tidak memiliki izin dari Disnakertran.

“Para Migran dijemput dibandara mengunakan bas lalu sampai di batamcentre para TKI
mendapat boarding pass dan berangkat.”jelasnya.

Terdakwa David, dalam mengirim Migran Ilegal sudah terorganisir, dimana para Migran Ilegal sesampai di Malaysia sudah diarahkan dimana ada yang bekerja dikebun sawit dan Pembantu Rumah tangga,”tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Dua terdakwa David Surbakti dan La Adi Ode merupakan jaringan
pengiriman TKI Nonprosedural alias Pasport pelancong alias Ilegal ke Malaysia duduk di bangku pesakitan Pengailan Negeri Batam.Kamis(28/06).

Kedua terdakwa diketahui menjemput lebih kurang 63 migran yang akan diberangkatkan melalui pelabuhan internasional Batamcentre mengunakan paspor pelancong.

Hal ini terungksp dipersidangan PN Batam, dimana JPU Ari Prasetyo dalam membacakan
dakwaan terhadap kedua terdakwa mengatakan, berawal pada hari Sabtu tanggal 3 Februari 2018 sekira pukul 08.30 wib.

Terdakwa David Surbakti memerintahkan terdakwa La Adi Ode untuk mengumpulkan pekerja Migran asal Surabaya yang tiba bandara Hang Nadim yang akan dipekerjakan di Malaysia.

Dikarnakan hari minggu tersebut terdakwa La Adi Ode berhalangan menjemput akhirnya
dijemput langsung terdakwa David dan lebih kurang 40 orang dijemput mengunakan bus
selanjutnya di antar kepelabuhan Internasonal Batamcentre.

Kemudian berdasarkan informasi dari masyarakatbahwa di Bandara Internasional Hang Nadim Batam akan datang Pekerja Migran Indonesia illegal yang akan di berangkatkan Ke Malaysia secara illegal yaitu melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre dengan menggunakan Paspor Pelancong.

Pada hari Minggu tanggal 4 Februari 2018 kemudian Anggota Ditreskrimum Polda Kepri
melakukan Penyelidikan dan melakukan pengintaian di Bandara Internasional Hang Nadim
Batam dan selanjutnya Anggota Ditreskrimum Polda Kepri melihat terdakwa bersama salah
seorang pekerja migran.

Selanjutnya Anggota Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan terdakwa David,bersama dengan 1 orang Pekerja Migran Indonesia illegal dan selanjutnya tidak lama kemudian terdakwa bertemu dengan saksi Nikolaus Beda Alias Owen yang juga telah diamankan oleh pihak Kepolisian.

Dan dibawa ke Bandara Hang Nadim Batam karena ditemukan dalam perjalanan pada saat
sedang membawa 9 orang Pekerja Migran Indonesia illegal lainnya menuju ke Pelabuhan
Internasional Batam Centre untuk diberangkatkan ke Negara Malaysia.

Selanjutnya terdakwa dan saksi Nikolaus serta para Pekerja Migran Indonesia illegal dibawa ke Kantor Kepolisian Polda Kepri dan selanjutnya dari hasil pengembangan di Pelabuhan Internasional Batam Center Kota Batam kemudian pada pukul 16.00 Wib.

Anggota Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 1 orang lagi yaitu terdakwa La Adi Ode yang berperan sebagai pengurus para calon pekerja migran Indonesia illegal.

Anggota Ditreskrimum Polda Kepri telah mengamankan sebayak 63 orang pekerja migran
Indonesia illegal dengan tujuan negara Malaysia dengan menggunakan menggunakan Paspor Pelancong.

Bahwa keuntungan yang diperoleh terdakwa La Adi Ode apabilah dari total dari 93 Penumpang berhasil terdakwa antarkan ke pelabuhan batam center maka dapat di rinci menjadi 13 Trip x Rp 300.000 = 3.900.000 .

Dan untuk terdakwa akan mendapat gaji setiap bulan dari terdakwa La Adi sebesar gaji sebesar Rp. 3.500.000,- dan atas perbuatan kedua terdakwa dijerat pasal 81 jo pasal 69
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda