Deklarasi #GantiPresiden2019 Berjalan Singkat di Batam

121

RASIO.CO, Batam – Kedatangan Bunda Neno Warisman aktvisi #GantiPresiden2019 deklarasikan ganti presiden berjalan singkat di luar lapangan mesjid Raya Batam.Minggu(29/07).

Dimana Sebelumnya, di bandara Hang Nadim Batam Bunda Neno Warisman mendapat
penolakan pengunjuk rasa hadir di Batam untuk mendeklarasikan #GantiPresiden2019 .

Pantauan lapangan, Kedatangan Neno Warisman disambut takbir ribuan massa yang sudah
menunggunya sejak pagi, yang dihadiri oleh dari berbagai elemen masyarakat.

“Allahu Akbar… Allahu Akbar… Bunda Neno sudah hadir di tengah kita. Pengorbanan beliau sungguh luar biasa hanya untuk menemui semua yang ada disini,” ujar salah seorang pendukung.

Terlihat di Masjid Raya Batam, Neni Warisman sempat mengenakan penutup mulut sehingga terlihat berkaca mata saat tiba di lokasi deklarasi #2019GantiPresiden.

Neno Warisman langsung naik tangga utama Masjid Raya dan berhenti, dan duduk. Tampak Neno pun mengusapkan sapu tangan ke wajahnya.

Hanya lebih kurang 15 menit di melaksanakan orasi akhirnya massa membubarkan diri ,
walaupun singkat berjalan aman dan lancar dilokasi. dan mendapat mengawalan ketat pihak kepolisian dan diperintahkan segera massa membubarkan diri.

“Kita minta massa segera membubarkan diri,” Kata Kapolsek Batamkota Kompol Pol Firdaus di jumpai dilokasi usai massa bubar.

Sementara itu,Komisi III DPR RI Dwi Ria Latifa , kecewa terkait adanya pemberian izin dari
pihak kepolisian, terkesan berat sebelah. Beberapa hal diutarakannya setelah berlangsungnya aksi tersebut, dan akhirnya selesai sekitar pukul 09.00 WIB.

“Saya kritisi Pak Kapolda dan Kapolres yang memberikan izin, jangan main – main dengan
mengatakan bahwa mereka hanya ingin bershalawat. Namun pada akhirnya mereka menghujay Presiden di dalam Masjid,” ujar Dwi Ria Latifah.

Dwi menambahkan, bahwa secara pribadi ia sangat menyayangkan tindakan dari pihak
Kepolisian yang terkesan menjaga aksi yang dipimpin oleh Neno Warisman. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Neno Warisman dkk, hanyalah tindakan untuk memecah belah masyarakat dengan membawa nama agama.

“Katanya bershalawat, tapi pada saat kami juga akan bershalawat kedalam kami malah dilarang. Kemarin pihak kepolisian minta kami untuk tidak keluar dari area jalan santai, kami sudah turuti. Namun saat kami sudah berhenti, ternyata mereka malah menghujat Presiden dan itu di dalam Masjid,” ujarnya.

Semenetara itu, Pihak pasukan kepolisian terlihat menerjunkan pasukan Brimob beserta mobil anti huru-hara, water canon, serta pasukan Shabara mengunakan sepeda motor membubarkan diri sekira pukul 11.45 Wib setelah dilakukan apel pasukan dipimpin Kapolresta Barelang.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda