Dendi Hina Presiden Jokowi Melalui Akun Palsu

834

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Dendi Januardi diduga menghina Presiden RI Joko Widodo melalui Akun Facebook palsu Aji Permana Poetra duduk dibanfku pesakitan PN Batam. Senin (27/08).

Parahnya, Terdakwa menghina atau menghujat Presiden mengunakan akun palsunya
menyatakan Presiden Joko Widodo sebagai presiden tidak menepati janji seperti tidak membuka kran impor.

Lalu, terdakwa memposting di akun Aji Permana Poetra dengan URl
:http//www.facebook.com/belatung.bele dengan kata-kata.

“Sabu 250 ton itu pesanan Jokowi, digagalkan Buwas, makanya Buwas diganti Jokowi, karena menggagalkan rencananya”

Hal ini terungkap dipersidangan yang digelar diruang Mudjiono PN Batam dengan majelis hakim ketua Chandra didampingi dua hakim anggota, sedangkan JPU Susanto Maratua ,agenda sidang keterangan saksi .

“Kasus menghina pak presiden Jokowi , namun saya tidak tahu pasti kejadian dan saya hanya berteman di akunnya terdakwa sendiri,” kata saksi.

Sedangkan , majelis hakim ketua Chandra mengatakan , ini merupakan pembelajaran bagi saksi sebagai teman, pasalnya saat ini Tim Ciber sudah khusus dibentuk Polri.

“Jadi jangan sembarangan memposting di medsos , pagi menghujat seseorang tanpa bukti dan dapat dikatakan Hoax” Ujarnya.

Majelis hakim melanjutkan sidang pekan depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan JPU.

Diketahui, Terdakwa Dendi Januardi pada sekira bulan Februari 2018 terdakwa berada di kosan terdakwa di Perumahan Mediterania Blok EE6 No.23 A Batam Center Kota Batam.

Terdakwa merasa kesal dengan Joko Widodo sebagai presiden yang tidak menepati janji-janjinya seperti tidak membuka kran impor lalu terdakwa memposting tulisan di akun facebook miliknya dengan nama akun Aji Permana Poetra dengan alamat URL:
http://www.facebook.com/belepung.bele dengan kata-kata “Sabu 250 ton itu pesanan Jokowi, digagalkan Buwas, makanya Buwas diganti Jokowi, karena menggagalkan rencananya”.

Bahwa pada tanggal 2 Oktober 2017 sekira pukul 09.27 Wib terdakwa juga pernah membagikan postingan berupa gambar atau foto yang bertuliskan kata-kata “Hina presiden=ciduk hina kapolri/Polri=ciduk hina TNI= ga ketemu (Iwan Bopeng) Hina Ahok= Ciduk Hina Ulama=Aman (toleransi) hina agama=aman(toleransi) hina nabi=aman (toleransi) hina alQuran=sida”.

Kemudian pada tanggal 23 Oktober 2017 sekira pukul 23.46 Wib akun facebook dengan nama AJI PERMANA POETRA mengirimkan postingan “Kalau ada orang muslim dukung ahox karena katanya ahox bisa… Maka sampaikanlah pada dia bahwa Firaun bisa membangun mesir menjadi negara gemerlap… Penduduknya hidup makmur tapi Firaun menist…..”.

Bahwa pada hari Rabu tanggal 17 Januari 2018 akun facebook dengan nama AJI PERMANA
POETRA membagikan beberapa foto ulama-ulama di Indonesia yang disertai tulisan yang
berbunyi “Mereka di bidik akankah kita diam ?”.

Bahwa pada tanggal 12 Februari 2018 akun facebook AJI PERMANA POETRA membagikan
kembali postingan berupa gambar seseorang dengan baju kaos merah yang sedang terluka
disertai tulisan yang berbunyi “Seseorang penyusup yang disuruh untuk membunuh para ustadz dan kyai?”.

Bahwa pada tanggal 4 Maret 2018, saksi Kristie Sugana Manuring yang merupakan anggota Polda Kepri melakukan patroli cyber di media sosial Facebook dan menemukan sebuah akun facebook yang bernama AJI PERMANA POETRA dengan alamat url
https://www.facebook.com/belepung.bele yang memposting gambar dan kata-kata yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok.

Kemudian saksi melaporkan kepada pimpinan dan membuat laporan polisi. Kemudian saksi Galis Pranoto beserta team melakukan profiling dan menemukan pemilik akun facebook yang bernama AJI PERMANA POETRA yaitu terdakwa Dendi Januardi yang kemudian melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Bahwa alat yang terdakwa gunakan untuk memposting tulisan dihalaman akun facebook atas nama AJI PERMANA PUTRA dengan alamat url https://www.facebook.com/belepung.bele milik terdakwa lalu dibagikan ke akun grup INDONESIA BICARA yaitu dengan menggunakan handphone merek Sonny Xperia model Z3D6653 warna putih dengan nomor IMEI 353608063425386.

Bahwa menurut ahli SYOFIAN KURNIAWAN, S.T.,M.T.I.,CEH, ECIH, CHFI dari Kementerian
Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemeriksaan terhadap :

1 unit handphone merek Sony Xperia model Z3D6653 warna putih dengan nomor IMEI
353608063425386 yang didalamnya terpasang 1(satu) buah nano simcard XL dengan nomor ICCID 32K896211663616205665 serta 1(satu) buah memorycard merek V-gen kapasitas 2 GB.

1 unit handphone merek Samsung Duos model SM-B310E warna putih dengan nomor IMEI
359036/06/183406/6 pada slot 1(satu) dan IMEI 359037/06/183406/4 pada slot 2(dua) yang di dalamnya terpasang 1(satu) buah simcard XL dengan nomor ICCID 64K896211553517951752-9 pada slot sim 1(satu) dan 1(satu) buah simcard Halo dengan nomor ICCID 0015000004021434 pada slot sim 2.

1 buah akun Facebook dengan nama akun AJI PERMANA POETRA dengan alamat URL:
http://www.facebook.com/belepung.bele yang menggunakan password zahrakusayang.Berdasarkan hasil pemeriksaan barang bukti secara digital forensik dari barang bukti berupa didapatkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagai berikut :

1 unit handphone merek Sony Xperia model Z3D6653 warna putih dengan nomor IMEI
353608063425386 yang didalamnya terpasang 1(satu) buah nano simcard XL dengan nomor ICCID 32K896211663616205665 serta 1(satu) buah memorycard merek V-gen kapasitas 2 GB didapatkan :

Akun facebook atas nama Aji Permana Poetra

Akun facebook massenger atas nama Aji Permana Poetra

Percakapan facebook messenger

1 unit handphone merek Samsung Duos model SM-B310E warna putih dengan nomor IMEI
359036/06/183406/6 pada slot 1(satu) dan IMEI 359037/06/183406/4 pada slot 2(dua) yang di dalamnya terpasang 1(satu) buah simcard XL dengan nomor ICCID 64K896211553517951752-9 pada slot sim 1(satu) dan 1(satu) buah simcard Halo dengan nomor ICCID 0015000004021434 pada slot sim 2(dua) menghasilkan Informasi Elektronik/Dokumen Elektronik :

Data telpon
Data File

Pemeriksaan 1 buah akun Facebook dengan nama akun AJI PRAMANA POETRA dengan alamat url : https://www.facebook.com/belepung.bele yang menggunakan password zahrakusayang menghasilkan informasi Elektronik/Dokumen Elektronik Pemeriksaan 1buah akun e-mail dengan alamat bele­_pung@yahoo.com tidak dapat dilakukan karena Ahli tidak mengetahui password email tersebut.

Pemeriksaan 1 buah akun Facebook dengan nama akun DENDI JANUARDI dengan alamat url : http://www.facebook.com/denz.cowners yang menggunakan password zahrakusayang menghasilkan informasi Elektronik/Dokumen Elektronik.Pemeriksaan 1(satu) buah akun e-mail dengan alamat d_eeen@yahoo.co.id yang menggunakan password zahrakusayang menghasilkan informasi Elektronik/Dokumen Elektronik.

Bahwa kalimat yang di posting terdakwa dapat menimbulkan reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat sehingga dapat menimbulkan perdebatan, pembahasan yang berkepanjangan yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda