Deru Mesin Penambang Pasir Ilegal Resahkan Warga Galang Batang

0
314
foto/jhon

RASIO.CO, Bintan – Diduga Deru mesin para penambang pasir darat membuat warga yang berdomisili di dekat lokasi Kelurahan Kawal dan Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang membikin resah warga, Sabtu (15/2).

Tak hanya itu, lalulintas truk pengangkut pasir yang hilir mudik mengangkut pasir hasil tambang juga menganggu, ironisnya, beberapa waktu lalu para oknum pemain tambang pasir yang diduga ilegal ini sudah pernah ditertibkan aparat penegak hukum.

Meskipun belum lama ini telah ditertibkan aparat penegak hukum yakni polres Bintan, tampak ulah penambang pasir ilegal semakin menjadi-jadi, para penambang bergeser dengan menyedot pasir yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.

Bahkan bunyi deruan geberan mesin seperti pompong membuat warga sekitar merasa tidak nyaman.

Selain itu lokasi tambang pasir juga merusak ekositem lingkungan

Kepada media ini, Gondrong mengatakan, dirinya sangat tidak nyaman dengan bunyi mesin sedot seperti mesin pompong dari pagi hingga larut malam terus beroperasi dibelakang rumahnya. 

“Anak saya mau istirahat tidur aja susah, bunyinya keras betul, kadang anak saya sering kaget saat terlelap,” terang Gondrong.

Kata dia, dan lebih parah lagi, ketika masuknya waktu ibadah Jumat, deruan bunyi mesin seperti kapal pecah tak kunjung henti. padahal lokasi tersebut tidak termasuk lokasi pertambangan.

“Padahal lokasi tersebut bukanlah wilayah pertambangan, Mohonlah aparat penegak hukum agar merazia kembali,” tambah dia.

Pantauan dilapangan, terlihat deretan truk pengakut pasir sedang antri menunggu giliran.

Ketika ditanya kepada media ini salah satu supir mengaku dirnya membeli Satu truk pasir seharga Rp 270 ribu dan akan dijual ke wilayah Tanjungpinang.

“Satu lori dilokasi kita beli Rp 270 ribu,  kalau sampai Pinang kita jual Rp 470 sampai Rp 500 ribu,” jelas Herman.

Biro Bintan(jhon).

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY