Dewan Minta PTSP Kaji Ulang Perizinan Tower Sagulung

0
211

RASIO.CO, Batam – Diduga Pembangunan tower Telkomsel setinggi 32 Meter yang miring dan membuat resah warga setempat, Komisi I DPRD Kota Batam meminta pihak PTSP mengkaji ulang perizinan IMB.

Diduga Tower milik PT Telkomsel yang berdiri di pemukiman masyarakat tepatnya di RT 05 RW 15 Kavling Kamboja Kelurahan Sei Pelunggut Kecamatan Sagulung membuat keresahan tersendiri bagi warga yang berada di pemukiman tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto, SE., MM beserta Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, Muhammad Fadhli dan Tan A Tie saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Batam, Rabu (7/0).

RDP tersebut juga dihadiri oleh Kabid Penanaman Modal & PTSP Kota Batam, M. Teddy Nuh, Pimpinan PT Telkomsel Batam, Camat Sagulung, Lurah Pelunggut, Ketua RT 05 serta perwakilan warga RT 05 RW 15.

Budi menjelaskan, dari pihak PTSP seyogyanya namanya pembangunan harus ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya dulu baru pelaksanaan pembangunannya.

“Nah yang terjadi sekarang ini fisik pembangunan sudah selesai bahkan sudah beroperasi tetapi izinnya belum terbit. Untuk itu kita tekankan untuk pihak PTSP mengkaji dari pada hasil RDP ini sendiri,” tegas Budi.

Ia menambahkan, kami tetap akan memantau dan sesuai dengan prosedur aturan yang benar. Maka kami tekankan tadi tolong jangan sampai Pemerintah dikatakan menghambat investasi, tetapi di satu sisi juga harus berjalan sesuai dengan aturan.

“Kalau memang itu berkoalasi kepada penghentian ya harus dilakukan, dan ini harus menjadi pertimbangan bagi Pemerintah,” jelas Budi.

Apa yang tadi disampaikan dari pihak PTSP sangat bijaksana tapi kita juga butuh nyata, masyarakat sebenarnya ada sesuatu yang tidak tersampaikan.

Kalau kita berbicara masalah tahapan sebenarnya sudah dilakukan, tapi memang ada hal yang belum terpenuhi salah satunya IMB tadi.

Terkait bagaimana aturan-aturan mendirikan tower seperti tinggi serta durasi jarak dari masyarakat, ini sebuah catatan khusus PTSP untuk menerbitkan IMB atau tidak, tutup Budi.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha menambahkan, kita harus melihat juga sisi positifnya bahwa dengan kehadiran tower itu bisa membantu perjalanan telekomunikasi warga disana semakin lebih baik, itu harus kita lihat secara positif.

“Tapi bagi kami yang paling penting adalah kita akan melihat kajian dari pada pihak PTSP apakah layak dikeluarkan IMB atau tidak. Kalau memang kedepan tidak layak kita minta rekomendasikan supaya itu segera di bongkar,” ujarnya.

Utusan menambahkan, karena hari ini kita tidak menghadirkan BP Batam, kita juga ingin memastikan terkait legalitas lahan tersebut apakah itu benar KSB atau fasum.

“Hari ini kan kita masih meraba raba, saya pikir nanti ketika kita memanggil BP Batam maka semuanya akan terbuka informasinya dan nanti kita akan bersikap,” jelas Sarumaha.

Artinya tadi sudah disampaikan harus memperhatikan norma aspek kaidah tapi juga harus memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan warga yang ada disana.

Sarumaha menjelaskan, kalau memang seandainya nanti dipastikan tidak mengalami roboh, tidak akan mengalami gangguan masyarakat sekitar saya pikir sikap PTSP yang melakukan kajian itu, dan kita bersama sama pertanyaan di RDP.

Kita meminta kepada pihak Telkomsel untuk menjaga kenyamanan dan tidak menimbulkan gejolak, sebaiknya itu dihentikan dulu operasional sementara, tutupnya.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY