Dewan Sebut Penumpukan E-KTP Perlu Peremajaan Server

0
349

RASIO.CO, Batam – Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait distribusi blangko E-KTP dan Kartu Keluarga yang menjadi permasalahan masyarakat di kota Batam.

Rapat Dengar Pendapat tersebut dipimpin oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam, Heryanto, serta Camat sekota Batam, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Batam.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha menjelaskan, terkait permasalahan penumpukan e-ktp yang kita butuhkan adalah server yang baru, yang lebih canggih yang kapasitasnya lebih memadai.

“Ditingkat kecamatan untuk mesin printernya keterbatasan dalam hal pencetakan E-KTP, jadi kapasitasnya sangat terbatas. Maka nya kita rapatkan hari ini untuk mencari jalan keluarnya,” ujar Utusan, Jum’at (11/9).

Kami sering kali mendapatkan keluhan dari masyarakat, E-KTP nya sudah lama diurus namun sampai saat ini belum tercetak.

“Ini persoalannya karena terjadinya penumpukan, jadi solusinya alat itu harus diremajakan kembali, idealnya di setiap kecamatan minimal ada 2 mesin print yang bisa memproses pencetakan E-KTP masyarakat,” ucapnya.

Lanjutnya, sehingga kedepan ini tidak lagi menjadi persoalan klasik tetapi masyarakat benar benar mendapatkan pelayanan maksimal.

Ia menjelaskan, alat tersebut berasal dari pemerintah pusat, ini yang sedang kita coba diskusikan.

Nanti Komisi I bersama Camat dan Disduk akan konsultasi di Kementrian Dalam negeri untuk mencarikan solusinya terkait dengan alat ini.

“Kita akan konsultasi di Kementrian Dalam negeri untuk mencarikan solusinya, apakah alat yang dibutuhkan ada bantuan dari pemerintah pusat atau APBD yang bisa kita anggarkan untuk menangani masalah ini,” jelas Utusan.

Karena server kita sudah cukup lama, jadi kecepatannya lambat maka nya solusinya perlu penambahan server dan juga perlu peremajaan server, sehingga kapasitasnya bisa lebih maksimal.

“Kita akan memastikan bahwa pelayanan di kecamatan dan disduk benar benar bisa terwujud dan masyarakat bisa menikmatinya,” tegas Utusan.

“Intinya untuk saat ini solusinya perlu proses peremajaan atau proses penambahan dari pada alat cetak di kecamatan dan di disduk itu yang paling utama. Sehingga kedepan kalau ini sudah tercapai, maka proses pencetakan E-KTP tidak ada masalah lagi,” tambah Utusan.

Apa yang disampaikan Disduk dan Camat sangat bermanfaat dalam pelayanan, hanya saja yang perlu kita tegaskan tadi jangan hanya sebatas teori, artinya ini benar benar di implementasikan.

“Ini tinggal implementasi saja, kami berharap apa yang disampaikan hari ini bisa dilaksanakan oleh Disduk,” pintanya.

Selain itu, tadi pak Kadis sampaikan secara kuantiti blangko ready dari Kementrian, tinggal permasalahan alat jadi antara server dengan alat cetak harus meching, jangan sampai alat cetak bagus terus server tidak bagus maka ini akan terganggu konektifitasnya.

Ada daftar antiran E-KTP yang sudah tercetak tapi belum diambil, kami sampaikan supaya Disduk dan Kecamatan membumingkan kembali supaya masyarakat proaktif melakukan pengecekan termasuk sarana dan prasaran melalui Whatsapp.

“Jangan sampai masyarakat hari ini WA baru dibalas satu minggu kemudian, kita tidak mau seperti itu. Kalau masyarakat melakukan konsultasi melalui WA menanyakan status E-KTP nya apakah sudah tercetak atau belum, maka itu harus langsung direspon,” ungkapnya.

Hari ini kita memberikan dukungan support apa yang sudah baik dipertahankan, kalau perlu ditingkatkan jangan sampai terjadi kemunduran.

Ia menghimbau, dengan adanya alat ini masyarakat harus proaktif datang ke Disduk atau Kecamatan jika tidak ada waktu bisa melalui WA untuk pertanyakan status E-KTP.

Jika ada keluhan bisa sampaikan ke kami DPRD Kota Batam, kami akan koordinasikan dengan pihak camat dan disduk terkait dengan keluhan masyarakat, tutupnya.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY