Diduga FIR Cabuli Tujuh Anak Dibawah Umur

0
196

RASIO.CO, Batam – Jajaran kepolisian Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan pria berinisial S alias F alias FIR alias LE yang diduga melakukan pencabulan terhadap 7 orang anak dibawah umur dihutan Pulau Petong, Galang, Kota Batam.

“Atas laporan masyarakat dan dikembangkan pelaku diduga telah melakukan terhadap 7 orang anak di bwah umur,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt. Jumat(24/01).

Menurut Harry, peristiwa berawal bulan Desember 2019 yang terjadi pada seorang korban anak perempuan berusia 7 tahun berinisial S mengadu kepada orang tua nya karena mengeluh sakit pada bagian kemaluannya,

Namun korban belum mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dikarenakan masih takut. Kemudian pada tanggal 17 Januari 2020, orang tua dari Inisial S mendapatkan informasi dari beberapa orang teman anaknya yang ternyata telah menjadi korban perbuatan yang sama,
pencabulan yang terjadi di hutan Pulau Petong, Galang.

Berdasarkan laporan dari orang tua korban tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka Inisial S alias F alias FIR alias LE tutur Kabid humas Polda Kepri.

Dari hasil penyelidikan oleh Tim Teknis Ditreskrimum Polda Kepri bahwa Modus Operandi yang digunakan oleh Tersangka adalah melakukan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap korban anak di bawah umur dengan cara melakukan tipu muslihat.

“Iming-iming pemberian uang sebesar Rp. 10.000 kepada korban untuk dapat melakukan perbuatan bejatnya dengan tujuan terpenuhi nafsu tersangka.” paparnya.

Dimana cara tersangka melakukan pencabulan dengan meraba dan menggesek kemaluan ke beberapa bagian tubuh korban hingga mengeluarkan sperma pada tubuh korban jelas Dirreskrimum Polda Kepri.

Perbuatan tersangka tidak berhenti akan tetapi berlanjut dengan melakukan pencabulan terhadap beberapa anak lainnya di pulau petong. Atas kejadian yang telah dialami para anak yg menjadi korban, hingga saat ini mereka menjadi trauma dan takut jika melihat ataupun bertemu dengan tersangka.

Korban anak dibawah umur berjumlah 7 orang perempuan dengan inisial K (perempuan/6 tahun), A (perempuan/7 tahun), A (perempuan/5 tahun), N (perempuan/13 tahun), S (perempuan/8 tahun), S (perempuan/7 tahun), dan H (perempuan/9 tahun).

Barang Bukti yang diamankan 1 (satu) kasur yang ditemukan di rumah tersangka, 1 (satu) helai handuk warna merah milik tersangka, 3 (tiga) pasang pakaian tersangka dan 5 (lima) pasang pakaian korban.

Tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU jo pasal 64 ayat (1) dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak 5 milyar rupiah.

Kejadian tersebut menjadi keprihatinan kita bersama dan selanjutnya Polda Kepri langsung menerjunkan tim Trauma Healing untuk membantu beban psikologis yang dialami oleh anak-anak yang menjadi korban, dihimbau juga kepada orang tua untuk dapat menjaga dan mengawasi anak-anak nya agar terhindar dari perbuatan yang tidak di inginkan.”Tutupnya.

Yuyun@www.rsio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY