Diduga Terpidana MA Tewas Usai Minum Pembersih Lantai di Lapas

0
276
fptp/ilustrasi

RASIO.CO, Batam – Diduga Seorang WNA Singapura berinisial MA warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam meninggal dunia usia minum Pembersih Lantai (Porstek), Minggu (28/6) sekitar pukul 11.50 Wib.

Diduga terpidana merupakan warga negara jiran Singapure, dimana sebelumnya merupakan tersandung kasus pecabulan anak dan divonis di Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam selama 13 tahun penjara serta denda Rp100 juta, pada tanggal 18 Maret 2018 lalu.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam, Misbahuddin mengatakan, WNA Singapura tersebut bernama Muhammad Asri Bin Sapuan dengan perkara Perlindungan Anak dan hukuman 13 tahun penjara.

“Korban Asri pada hari Sabtu (27/6) sekira pukul 19.30 Wib ditemukan oleh teman sekamarnya Daniel dikamar blok D12 di dalam kamar mandi dalam kondisi muntah-muntah,” jelas Misbahuddin, pada Senin (29/6).

Setelah ditanyakan kepada temannya bahwa korban baru meminum Porstek (pembersih lantai). Kemudian sekira pukul 19.45 Wib korban langsung dibawa petugas ke klinik untuk mengambil tindakan.

“Selanjutnya, kepala regu jaga langsung berkoordinasi dengan perawat kesehatan dan memberikan perawatan intensif seperti memberi cairan susu guna menormalkan kondisi korban,” ujarnya.

Tak lama kemudian Asri muntah sebanyak tiga kali secara spontan, kemudian keadaannya mulai membaik.

Ia menambahkan, esok harinya Asri mulai melakukan aktivitas seperti biasa seperti sarapan. Namun, pada pukul 11.05 Wib Asri mengeluh sesak nafas.

“Petugas langsung membawa Asri ke RSUD Embung Fatimah. Namun, pada selang lama kemudian Asri dinyatakan meninggal dunia,” tambah Misbahuddin.

Selanjutnya, pihak Lapas memberitahukan kepada keluarganya yang ada di Batam dan juga memberi informasi kepada Imigrasi serta Polsek Sagulung, tutupnya.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY