Direktur dan Karyawan Produksi Shampo Ilegal untuk Dijual di Hotel Batam

273

RASIO.CO, Batam – Diduga Delapan terdakwa Mulyadi direktur PT.Bestindo Persada bersama karyawannya memproduksi produk ilegal shampo dan sabun mandi yang dijual di hotel Batam.

Terkuak dipersidangan PN Batam, Selasa(17/07). Bahwa shampo dan sabun diproduksi di gudang Batuampar secara ilegal mengunakan zakat kimia dan dipasarkan di hotel Vista, Lovina Iin , hotel di Batu aji, hotel Nagoya bahkan di hotel nama lainnya sesuai pengakuan sales Harian alias Ameng di pengadilan.

Parahnya, pembuatan kosmetik jenis sabun dan shampo ini , diproduksi di gudang Batuampar dan Batamcentre dan sudah berlangsung selama 1 tahun yang distribusikan PT.Bastindo Persada Tampa izin edar dan ditangkap kepolisian Polda Kepri Januari 2018.

Terdakwa Mulyadi sebagai direktur perusahaan PT.Bastindo Persada, Tjhin Nyang alias Angin Kepala Gudang, Harian alias Ameng, salasmen memasarkan ke hotel .

Adil alias Acok sebagai peracik sabun dan sampo mengunakan bahan kimia, Heriyanto sebagai administrasi,Rahmad sebagai memasukkan hasil produksi kedalam jeritan 5 liter, Rudi Hendrawan pencuci jerigen, dan Jhon Hendra sebagai penjaga gudang .

Ironisnya, kedelapan terdakwa termasuk direktur hanya dikenai UU kesehatan dan mendapat perlakuan istimewa tidak ditahan alias tahanan luar.

“Produksi sudah setahun berjalan dan di distribusikan dihotel yang ada dibatam, namun tidak memiliki izin edar BPOM,” Kata Mulyadi di rekrur dipersidangan PN Batam .Selasa(17/07).

Mulyani mengatakan, perusahaan PT.Bestindo Perkasa berdiri sudah 10 tahun lalu , bergerak di bidang distributor produk kosmetik asal Jakarta dan terakhir kami memproduksi sendiri sabun dan shampo serta mendatangkan bahan kimia kosmetik dari Jakarta dan sebagian bahan si beli di apotik Batam.

“Bahan baku kami beli diapotik dan diracik di gudang baru ampar oleh pekerjanya,”ujar Mulyadi.

Mulyadi sebagai direktur sempat berdali dipersidangan bahwa perusahaannya memproduksi produk sabun dan shampo, namun pernah didatangi BPOM dan pernah mengajukan izin edar tetapi dtolak.

Sementara itu, Harian alias Ameng sebagai tenaga pemasaran alias salesman mengaku menjual produk sabun dam shampo tersebut ke hotel Vista, Livina In dan hotel berbintang lainnya, namun produk yang diproduksi kakaknta tersebut hanya diperuntukan di kolam renang saja.

“Sabun dan shampu tersebut hanya digunakan dikolam renang tetapi dalam kamar hotel tidak,” ujarnya.

Sedangkan saksi ahli BPOM yang bersaksi dipersidangan mengatakan bahwa produk yang
diproduksi PT.Bestindo Perkasa dipastikan tidak memiliki izin edar dan berbahaya digunakan.

“Pastinya produk tersebut tidak memiliki izin edar,”ujarnya.

Usai mendegarkan keterangan saksi Ahli BPOM, sekaligus berlanjut pemeriksaan kedelapan
terdakwa, majlis hakim ketua Chandra didampingidua hakim anggota melanjutkan sidang pekan depan mendengarkan tuntutan JPU Rosmarlina Sembiring.

Seperti diketahui,kedelapan terdakwa Tjhon Nyang Alias Angin, Adil alias Acok, Mulyadi,
Heriyanto, Rahmad Alyakin, Rudi hendrawan, harian alias Ameng, dan Jhon Hendra ditangkap kepolsian Polda kepri bulan january 2018 sekira pukul 15.00 WIb digudang komplek I Blok B No. 3 A Batam.

Dimana kepolisian mendapat informasi masyarakat bahwa ada yang memproduksi atau
mengedarkan sedia farmasi tanpa ijin edar. Kemudian anggota polisi mendatangi gudang PT. Bestindo Persada di di komplek I Blok B No. 3 A Kecamatan Batam Kota.

Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan kosmetika yang tidak memiliki izin edar atau belum mendapatkan persetujuan pendaftaran yang di berikan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan yaitu berupa sabun dan shampo.

Cara awal memproduksi yang dilakukan oleh terdakwa setelah dilakukan Pemeriksaan dan
mengakui perbuatannya yaitu dengan cara terdakwa menelpon terdakwa yang berada di Gudang 1 Blok B N0.3a kecamatan Batam Kota dengan memerintahkan terdakwa untuk memproduksi sabun Mandi maupun Sampho.

Pertama tama terdakwa mencampurkan/memasukan air ke dalam mesin adukan seberat 174 Kg, memasukan Bahan kimia Amino 6 Kg, N70 berat 16 Kg, kurang lebih selama 1 jam 20 Menit agar Amino dan N70 tercampur sempurna.

Selanjutnya di masukan lagi garam berat 4 Kg di aduk kurang lebih 5 Menit kemudian di
masukan lagi Bahan Parfum seberat 600 ML diaduk sampai rata ,memasukan DM
(mengawetkan)sebanyak 400 ML.

Selanjutnya di masukan bahan CETI(pelembut Kulit) sebanyak 20 Ml, selanjutnya memasukan CB 2 KG, di aduk lagi selama 15 menit, dari adukan tersebut menghasilkan Sampo dan sabun mandi, yang selanjutnya oleh terdakwa Heryanto dimasukan ke dalam Jerigen.

Dan terdakwa Rahmad Alyakin menempelkan setiker Perisahaan PT.Bestindo Persada serta
membuatkan Surat Jalan atau Iinvoice, selanjutnya setelah barang siap terdakwa menelpon Rudi Hendarwan agar barang siap di ambil untuk di pasarkan sesuai perintah Mulyadi , selaku pemilik maupun terdakwa Harian alias Ameng selaku tenaga salesman.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda