Disperindag Tindak Pangkalan Elpiji Nakal di Batam

0
184
foto/ist

RASIO.CO, Batam – Kelangkaan gas elpiji 3 kilo membuat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau gerah hingga berbuntut menindak tegas tiga pangkalan nakal yang ada di Sagulung dan Batuaji, Batam. Sabtu(16/11).

Bahkan mantan Kepala Badan Penanaman Modal (BPM-PTSP) kota Batam ini memastikan kelangkaan gas elpiji 3 kilo bukan karena kurangnya pasokan dari Pertamina namun karena adanya kecurangan di lapangan.

“Ada permainan yang dilakukan oleh pangkalan. Kami sudah menutup 3 pangkalan yang ada di Sagulung dan Batuaji,” ujar Gustian di lansir batamraya.com, Selasa (12/11).lalu.

Penutupan ini dikarenakan para pangkalan ini menjual ke pengecer dan menjual kepada warga yang tak berhak menerimanya.

Gustian juga menegaskan, akan ada sanksi hukum bagi pangkalan yang menjual dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hingga kini, pihak Disperindag masih terus mengevaluasi agen yang memberi keleluasan kepada pangkalan. Namun, Disperindag akan mengubah susunannya menjadi 5 agen di setiap kecamatan apabila susunan lama sudah tidak memungkinkan lagi.

“Semua tim akan turun kelapangan. Hari ini kami Ke Sekupang dan Batuampar,” katanya.

Gustian menambahkan apabila ada pangkalan yang curang akan dikenakan sanksi. Di antaranya pencabutan izin hingga terhadap jumlah kuotanya.

Sementara itu, Roby Hervindo, Unit Manager Communication & CSR MOR I menghimbau masyarakat Kepri Batam khususnya tidak mudah terptovokasi isu kelangkaan gas elpiji 3 kilo, pasalnya akan dimanfaatkan pengecer untuk mengerek harga.

“Belilah elpiji 3 kilo di pangkalan pertamina dengan harga sesuai HET dan pasokan tersedia,” ujarnya melalui sambungan selularnya.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY