DPRD Sampaikan Pokok Pikiran Pada Musrenbang Tingkat Kabupaten Lingga

0
150

RASIO.CO, Lingga – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, sampaikan sejumlah pokok pikiran yang menjadi prioritas. untuk kepentingan masyarakat pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Lingga, yang digelar di Aula Kantor Bupati Lingga. Kamis (24/3/2022).

Foto bersama Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat pembukaan Musrenbang Kabupaten Lingga 2022, dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Lingga tahun 2023, di Aula Kantor Bupati Lingga. Kamis (24/3/2022). (Foto: Diskominfo Lingga).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, melalui Wakil Ketua Komisi I Aziz Martindaz,S.Pd dalam sambutannya pada Musrenbang tingkat Kabupaten Lingga menyampaikan, sejumlah pokok-pokok pikiran dari sejumlah sektor yang menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesejahteraan
perekonomian masyarakat Kabupaten Lingga.

Penyerahan dokumen rekapitulasi pokok-pokok pikiran DPRD oleh Wakil Ketua I DPRD Lingga, Aziz Martindaz kepada Bupati Lingga, Muhammad Nizar. di Aula Kantor Bupati Lingga. Kamis (24/3/2022). (Foto: Diskominfo Lingga).

“Ada beberapa pokok pikiran yang disampaikan pada Musrenbang tadi, diantaranya peningkatan
insfratruktur, produktivitas pertanian, industri, perdagangan dan pariwisata yang tentunya sektor-sektor itu bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Lingga,” kata Aziz Martindaz.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pembukaan Musrenbang Kabupaten Lingga 2022, di Aula Kantor Bupati Lingga. Kamis (24/3/2022). (Foto: Diskominfo Lingga).

Aziz Martindaz menjelaskan, terkait ketersedian insfratruktur yang memadai dan tentunya berkualitassangat penting untuk disediakan atau dibangun, sebab dengan adanya insfratruktur yang memadai dan berkualitas akan dapat mempercepat proses pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, terutama ketersedian insfratruktur yang terhubung langsung dengan sentra produksi dan perdagangan.

Saat menabur benih Nila di Tambak di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat. (Foto Prokopim Lingga).

Sebab, pembangunan instratruktur yang terhubung langsung dengan sentra produksi dan perdagangan akan dapat memudahkan investor atau pelaku usaha dalam menjalankan roda usahanya di Kabupaten Lingga, dan tentunya dari kegiatan usaha dan perdagangan itu akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat mendampingi pemukulan gong untuk membuka Musrenbang Kabupaten Lingga 2022, dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Lingga tahun 2023, di Aula Kantor Bupati Lingga. Kamis (24/3/2022). (Foto: Diskominfo Lingga).

Insfratruktur yang dibangun tentunya harus juga dimbangi dengan pemeliharaan yang tujuannya agar dapat terpelihara dengan baik dan dapat diakses atau digunakan secara berkelanjutan.

“yang paling penting insfratruktur itu dimbangi dengan kegiatan atau bukti nyata dan juga upaya pemeliharaan secara rutin serta berkala,” kata Aziz Martindaz.

Sambung Aziz Martindaz, dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan sendirinya masyarakat akan semakin maju selain itu juga berdampak positif bagi pembangunan Kabupaten Lingga.

Aziz Martindaz mengatakan, Musrenbang merupakan momentum strategis untuk menentukan arah pembangunan, tujuan dan sasaran serta pencapaian visi Bupati dan Wakil Bupati Lingga.

“Sebagai bagian dari unsur Pemerintah Daerah, DPRD sudah tentu dilibatkan secara intensif pada proses dan tahapan penyusunan dokumen. Baik itu dokumen RKPD yang disusun setiap tahunnya maupun dalam penyusuanan RPIMD,” kata Aziz Martindaz.

Dengan dilibatkanya DPRD dalam pembahasan sejak awal diharapkan dapat memberi masukan dalam penyusunan dokumen RKPD, yang mana masukan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang didapat ketika melaksanakan reses maupun kunjungan kerja ke desa-desa atau kecamatan.

Sambung Aziz Martindaz dengan mengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang pembinaan dan pengawasan penyelengaraan pemerintah daerah dan untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang lebih baik dan menciptakan keterbukaan informasi yang ditetapkan dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 70 tahun 2019 tentang Sisten Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian dan Pemerintan Daerah yaitu untuk mencermati kembali masukan yang pernah kami sampaikan. DPRD menyambut baik serta mendukung target kinerja pemerintah dalam pencapaian terhadap Desa Persiapan menjadi Desa Defenitif. Seluruh kesiapan yang diperlukan dalam mencapai desa defenitif sebagian besar sudah kami masukkan ke dalam pokir-pokir dewan,” kata Aziz Martindaz.

Pada kesempatan itu ada beberapa hal yang disampaikan Aziz Martindaz untuk menjadi perhatian pemerintah daerah untuk pencapaian desa defenitif diantaranya, Air Bersih, akses jalan dan jembatan, listrik dan telekomunikasi.

Lalu pembangunan bidang kesejahteraan masyarakat diantaranya, sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan guru, sarana dan prasarana kesehatan. Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Lingga, Aziz Martindaz berharap musrenbang mampu mewujudkan kesamaan pandang dan pemahaman terkait kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Lingga tahun 2023 serta menjadi komitmen bersama dalam menginflemantasikan perencanaan pembangunan dan tetap memperhatikan sinergitas perencanaan pembangunan di tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Nasional.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat ini memang sangat gencar dalam membangun dan meningkatkan, serta mengembangkan Sektor Perikanan dan Pariwisata di Kabupaten Lingga.

Sektor Perikanan.

Bupati Lingga bahkan mengharapkan Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga lebih Inovatif mengembangkan komoditi benih ikan. baik itu melalui tambak maupun kemabah.

Sesuai dengan harapan Bupati Lingga melalui sektor perikanan untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga saat ini banyak masyarakat Kabupaten Lingga terutama yang berada didaerah pesisir mengembangkan berbagai jenis budidaya, seperti Ikan Kerapu Centang, Kerapu Cantik, Kerapu Tiger, Kerapu Sunu dan Kerapu Hitam, juga budidaya lainnya, yakni, Kepiting Bakau atau Ketam Bangkang dan yang menjadi andalan, yaitu Udang Vanamei.

Sementara untuk jenis ikan air tawar, dikutip dari rilis, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Balai Benih Ikan (BBI), telah mendistribusikan 3.000 benih ikan Nila kepada Kelompok Budidaya Nila Pesona, Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Selatan, yang diserahkan langsung oleh Bupati Lingga, Muhammad Nizar yang saat itu sekaligus dilakukan tabur benih di tambak, bekas galian bauksit tersebut, Minggu (10/4/2022).

Tidak hanya 3000 bibit ikan Nila yang diserahkan kepada kelompok budidaya, sebelumnya BBI Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, juga telah menyalurkan bantuan benih ikan Nila kepada kelompok budidaya ikan air tawar sebanyak 17.000 bibit Nila, terhitung sejak Januari hingga April 2022 kepada 7 kelompok budidaya yang menerima ikan air tawar tersebut.

Pemerintah daerah sangat mendukung upaya-upaya budidaya, baik budidaya di air tawar maupun ikan laut, udang, kepiting dan sebagainya. terobosan-terobosan ini justru sangat positif, yang mengubah pola tangkap menjadi budidaya akan lebih baik, dalam menunjang sektor ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok-kelompok pembudidaya yang ada di Kabupaten Lingga.

“Bantuan yang telah diberi ini, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dirawat, dijaga dengan baik. semoga memberikan hasil yang baik pula,” kata Nizar saat itu yang menyaksikan lansung pelepasan bibit ikan Nila kedalam tambak.

Sektor Pariwisata.

Kabupaten Lingga cukup kaya dan banyak untuk sektor pariwisata ini, mulai dari objek wisata air terjun, pantai dan objek wisata pemandian yang tersebar di beberapa tempat, di pulau-pulau besar di Kabupaten Lingga.

Selain dari objek wisata tersebut, Kabupaten Lingga juga memiliki wisata sejarah, budaya dan religi yang menarik dan perlu dikembangkan serta dilestarikan yang punya potensi luar biasa, seperti Ratip Saman dan Mandi Sapar. dan juga cagar budaya yang masih berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan di masa kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang, dan tidak kalah menariknya konsep pengembangan agrowisata wisata petik salak.

Pemerintah daerah sangat serius dan berupaya membangun Kepariwisataan Bunda Tanah Melayu serta menjadikan Kabupaten Lingga sebagai tujuan wisata Sejarah dan Religi. pada Minggu (27/2/2022). rencana membangun pariwisata yang sedikit berbeda dan dinilainya hanya Lingga yang punya potensi tersebut. telah disampaikan lansung ke Staf Ahli Kemenparekraf, Ari Juliano Gema.

“Rencana pembangunan pariwisata yang sedikit berbeda tersebut, telah kita sampaikan kepada Staf Ahli Kemenparekraf, saat berkunjung ke Kabupaten Lingga bersama rombongan, dalam kegiatan Festival Batu Berdaun Beach di Dabo Singkep,” ucap Nizar.

DPRD Lingga yang menyampaikan pokok pikiran yang menjadi prioritas, antaranya peningkatan insfratruktur, produktivitas pertanian, perikanan, industri, perdagangan dan pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Lingga, yang membangun juga sektor Perikanan dan Pariwisata, tentunya menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Lingga.

Puspan

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY