Dua Kasus Pidana Pangan Ilegal Menarik Disimak di Pengadilan Batam

39

RASIO.CO, Batam – Dua kasus pidana distributor mengedarkan pangan tampa izin edar dan kosmetik ilegal patut disimak persidangannya yang akan digelar di PN Batam.

Pasalnya, kedua kasus tersebut diduga telah melakukan penipuan tidak memiliki izin edar dan merugikan konsumen.

Pertama, terdakwa Hartin Alias Ateng diduga mengedarkan pangan tampa memiliki izin edar BPOM. Gudang yang terletak Jalan Duyung Komplek Harbour View Blok A No.6 milik terdakwa dan parahnya terdakwa tahanan rumah alias tahanan luar.

Terdakwa Ateng sesuai SIPP dijerat Pasal 142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun denda Rp4 milyar.

Barang bukti 30 item jenis yang terdiri ratusan karton pangan tampa izin edar asal diduga asal negara tetangga dan dijadwalkan sidang pekan depan.

“Produk pangan tampa izin edar cukup banyak di Batam dan merugikan konsumen sehingga layak dipantau agar pelaku dapat dihukum setimpal,” kata Indra Sakti singkat yang merupakan pengamat hukum sekaligus dosen. Sabtu(07/07).

Kasus Kedua, Kosmetik Ilegal dengan terdakwa Ng Li Kim Alias Keny pemilik Colour Salon
Komplek Bumi Indak Blok V No.28RT.05 RW.02 Kecamatan Lubuk Bajayang merupakan
tangkapan Polda Kepri.

Barang bukti 38 jenis dengan jumlah puluhan karton, sesuai dikutip di SIPP PN Batam terdakwa ditahan dan dijerat pasal Pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda