Dua Komoditas Ekspor RI Sulit Masuk Pasar AS

Imbas Tudingan Presiden AS, Donald Trump Menuduh Indonesia Lakukan Dumping

0
367

RASIO.CO, Batam-Tudingan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menuduh Indonesia melakukan dumping mulai disikapi serius oleh kalangan pengusaha dalam negeri. Hal itu disebabkan telah ada dua jenis komoditas asal Tanah Air dipersulit memasuki pasar Amerika Serikat.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan seperti dilansir media onlline Kabar Bisnis mengemukakan, dua komoditas tersebut yakni biodiesel dan kertas polos. Biodisesel dan kertas polos asal Indonesia diberlakukan tarif ekspor yang tinggi untuk dapat masuk ke AS. Untuk biodiesel misalnya, tarif yang semula 7-8 persen kini dinaikkan menjadi 20 persen.

“Kertas polos juga sama. Tadinya single digit, sekarang 17,3 persen,” kata Shinta kemarin.

Kondisi ini, jelas akan merugikan produk-produk ekspor Indonesia di Amerika. Berkaca pada kasus sebelumnya, Amerika juga pernah menuduh Indonesia menerapkan hambatan nontarif yang membuat produk pertanian mereka sulit masuk. Pada akhirnya Indonesia kalah dalam sengketa perdagangan internasional tersebut.

Karena itu, Shinta mendesak pemerintah untuk segera melakukan klarifikasi bahwa Indonesia tidak menjual biodisesel dan kertas polos dengan harga yang lebih rendah dibandingkan biaya produksinya, seperti yang dituduhkan Amerika Serikat.

“Kalau kita tidak segera berikan klarifikasi, ini akan sangat berdampak buat ekspor kita ke sana,” katanya bernada khawatir.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh sejumlah negara melakukan dumping yang menyebabkan mereka menderita defisit perdagangan sebesar 798 miliar dolar AS pada 2016. Indonesia berada di urutan ke-16, dari 20 negara dalam daftar, dengan sumbangan defisit 14 miliar dolar AS.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Kementerian Perdagangan, neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat sepanjang 2016 mencapai 23,43 juta dolar AS. Angka tersebut turun tipis sebesar 1,66 persen dibanding periode sebelumnya pada 2015 yang sebesar 23,83 juta dolar AS.

ALLE KATA @www.rasio.co

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY