Dua Perusahaan Property Laporkan Nasran Terkait Penyerobotan Lahan Seranggon

0
894

RASIO.CO, Batam – Dua perusahaan property yag mendapat alokasi lahan seluas 48,5 hektar di Seranggong , Bengkong melaporkan oknum Nasran ke Polresta Barelang terkait penyerobotan lahan.

Kedua perusahaan properry PT.Arnada Pratama Mandiri dan PT. Persada Bumi Barelang melalui kuasa hukumnya Tantimin. S.H M.H secara resmi melaporkan Nasran dengan nomor LP-B/915/IX/2019.

“Terduga pelaku sudah jadi tersangka tetapi wajib lapor dan dijerat pasal 167 dan 385,” kata Tantimin di Harbaurbay. Sabtu(19/10).

Tantimin mengatakan, Bermula dari lahan dua perusahaan yang terletak di Seranggong, Bengkong seluas 4,8 hektar, kami melihat telah berdiri banyak bangunan liar yang tidak jelas kepemilikannya, dan kami sebagai pihak perusahaan tidak pernah memberikan izin membangun bangunan baik permanen maupun semi permanen.

Selanjutnya tim perusahaan melakukan investigasi di lapangan, didapat hasilnya bahwa diduga ada oknum seseorang mengaku ahli waris Kampung Tua Seranggon dari orangtuanya bernama Nasran Bin Alex, dimana yang bersangkutan diduga melakukan tindakan ilegal dengan membuat dokumen palsu.

“Seakan-akan oknum tersebut adalah ahli waris yang punya kuasa penuh atas sebidang tanah yang di miliki perusahaan untuk kemudian diperjual belikan kepada orang lain,”

“Anehnya bahkan sudah di kavling-kavling agar terjual,”jelas Tantimin.

Kata Tantimin lagi, Oknum terlapor Nasran juga telah mengajukan permohonan kepada RKWB agar lokasi perusahaan diajukan menjadi “Kampung Tua Seranggon”, namun permohonan tanpa didasari oleh dokumen yang lengkap dan valid keabsahannya.

Ironisnya lagi, kata Tantimin, Terlapor diduga menunjuk atau memberikan kuasa penuh kepada Tim 13 diketuai IJ dengan sekretaris Udin Pelor. dan hebatnya setiap terjadinya penjualan kavling dibuat perjanjian pelepasan kavling kepada pembeli.

“yang menandatangani dokumen terlapor, Udin Pelor dan IJ termasuk kwitansi pembayaran,”pungkasnya.

Sebelumnya, Paska ditetapkan Udin Pelor sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh kepolisan Polresta Barelang pekan laiu.

Menyikapi adanya polemik di masyarakat bahwa tersangka Udin Pelor di laporkan oleh perusahaan pemilik lahan, mendapat bantahan oleh Direktur PT. Arnada Pratama Mandiri, Salim Saputra.

“Perlu digaris bawahi bahwa tersangka Arba Udin bukan kami yang melaporkan tetapi JD warga merasa di tipu oleh tersangka,” Kata Salim Saputra di Harbourbay, Batam. Jumat (18/10).

Lanjut dia, mencuatnya perkara dugaan penipuan tersangka sempat dilakukan internal oleh perusahaan dan didapat fakta-fakta dilapangan lahan yang telah kami peroleh secara sah dari BP Batam telah di jual oleh terdakwa.

“Kami melakukan pendekatan terhadap masyarakat bahwa lahan yang telah mereka beli merupakan lahan perusahaan kami,”

“Kami tunjukkan bukti-bukti pendukung bahwa lahan seluas 4,8 hektar akan dibangun property dan akhirnya masyarakat tersebut mengerti dan melaporkan Udin Pelor,” jelasnya.

Ia mengatakan, tersangka Udin Pelor dilaporkan berinisial JD dengan non LP-B/955/X/2019 dan pasal yang disangkakan 372 dan 378.

“Saat ini tersangka sudah ditahan dan sekali lagi kami tegaskan bukan perusahaan yang melaporkan,” paparnya.

Kata Dia, Terkait permasalah yang kami hadapi ssaat ini, tentunya kami sangat berterima kasih sekali dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian khususnya Polresta Barelang.

Dimana secara cepat merespon laporan masyarakat atas tindakan seseorang atau oknum yang menggunakan momentum isu “Legalitas Kampung Tua’ dimana merugikan orang lain dan perusahaan yang berivestasi di batam.

Selain itu, Salim menambahkan, Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-setingginya kepada bapak walikota batam serta kantor BPN Batam yang kerja keras memfilter , memeriksa keabsahan legalitas suatu lahan, sehingga tidak seta merta memutuskan suatu area menjadi”kampung tua”,” pungkasnya.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY