Dua Terdakwa Mafia Besi Tua Tipu Rekanya Rp1 Milyar

732

RASIO.CO,Batam – Antonisu dan Andi Bambang Zulkarnain yang diduga pemain besi tua terutama kapal besi yang akan di scrap berhasil menipu rekan bisnisnya Rp1 Milyar, sedangkan otak pelaku Surya Wijaya berhasil kabur dan ditetapkan kepoisian DPO.

Terungkap dipersidangan, bahwa kedua terdakwa menipu rekan bisninya dengan modus akan ada kapal MV Bumi Jaya yang akan di Scrap dengan Sistem potong. dan korbanya bernama Usman Als Abi danperusahaannya PT. Gopara Sukses.

Terdakwa diamankan digudang Sekrap PT Bieloga Jalan Kuda Laut No.122 Batu Ampar .akibat tidak mampu mengembalikan uang korbannya serta parahnya terdakwa Antonius mengeluarkan 3 cek yang tidak ada dananya.

“Awalnya terdakwa menawarkan kapal yang akan discrep dan membawa saya tuk melihat kapal tersebut di pantai dangas dan kesepakan harga Rp1600 perkilo, namun terakhir terdakwa tidak berhasil dan memberikan cek kosong,”ujar saksi dipersidangan dengan majlis hakim ketua mangapul Manalu.Kamis(07/06).

Diektahui, Berawal pada bulan Maret 2017 terdakwa bertemu dengan Terdakwa Andi Bambang Zulkarnain di PT. Gopara Sukses Kec. Sagulung Tanjung uncang yang mana dalam pertemuan tersebut terdakwa menawarkan Kapal. MV Bumi Jaya yang akan di Scrap dengan Sistem potong, Timbang dan bayar.

Lalu sekira 2 hari kemudian saksi ANDI BAMBANG ZULKARNAIN mengajak terdakwa ke pantai dangas untuk melihat kapal MV. Bumi Jaya, setelah terdakwa melihat kapal MV.

Bumi Jaya berada di Perairan Pantai dangas di mana terdakwa meminta agar dapat mempelihatkan Dokumen Kapal MV.Bumi Jaya kepada terdakwa, dan akan pergi ke Jakarta untuk menemui pemilik Kapal MV. Bumi jaya.

Kemudian terdakwa Andi langsung menemui terdakwa Antonius perusahaan PT GOparadi PT. GOPARA SUKSES Kec.Sagulung Tanjung uncang yang mana dalam pertemuan memperlihatkan Dokumen berupa Surat kuasa jual Kapal MV. Bumi yang mana Surat Jual kepal tersebut yang mana Pemiliknya atas nama Surya Wijaya (DPO) memberi kuasa Jual kapal Bumi Jaya kepada Andi.

Pada tanggal 8 Juni 2017 sekira pukul ; 14:00 wib ,saksi Yopi , saksi Edi Utomo dan terdakwa datang menemui Saksi Usman Als Abi di Gudang Scrap PT.Bieloga yang mana dalam pertemuan tersebut saksi Yopi mengatakan “ini ada terdakwa pemilik kapal Bumi Jaya ingin menjualkan scrap.

”, kemudian terdakwa Antonius mengaku bahwa ianya benar pemilik kapal Bumi Jaya dan pada saat itu terdakwa menunjukkan surat surat atau dokumen bukti kepemilikan kapal kepada Saksi Usman Als Abi yang berupa 5(lima) lembar surat Akta kepemilikan kapal an. PT. Cahaya Nasional Caintainer dan surat surat lain :

1. Satu buah AKTA Kapal dengan nomor 7428, nama kapal Bumi Jaya eks Jaya Venus No. 3068/ L, dengan pemilik PT. Cahaya NasionalContainer Shipping/Surya Wijaya.

2. Berita acara pengawasan dari Badan Pengendalian Dampak Lingkuangan Kota Batam dengan nomor 128/ Bap.LB3/ Bapedal/ VI 2017, tertanggal 20 Juni 2017.

3. Surat Persetujuan Olah Kapal tentang Kapal hendak menuju ke Galangan Kapal TKBI Sagulung, yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pelabuhan Batam (Shabandar) tertanggal 11 Juli 2017.

Selanjutnya setelah Saksi Usman Als Abi melihat dan mengecek AKTA kepemilikan kapal tersebut baru dilakukan negosisasi kesepakatan harga per Kg (kilo gram) Scrap kapal BUMI JAYA yaitu sebesar Rp.2.900 per kg (kilo gram).

Dan setelah menyepakati untuk harga jual tersebut selanjutnya Saksi Usman Als Abi menyepakati dalam hal jumlah barang scrap yang akan Saksi Usman Als Abi beli yaitu sebanyak 1000 ton.

Barang tersebut akan diserahkan dengan tempo waktu selama 30 hari dengan catatan agar Saksi Usman Als Abi memberikan DP uang muka sebanyak 1 milyar dan uang yang diminta terdakwa tersebut Saksi Usman Als Abi berikan.

Pada saat jatuh tempo yang dijanjikan oleh terdakwa selama 30 (tiga puluh ) hari barang berupa Scrap yang dijanjikan terdakwa tidak dikirim juga atau tidak sampai ke PT. BIELOGA, namun kemudian pada tanggal 14 (empat belas) satu hari setelah jatuh tempo yang disepakati.

Terdakwa datang ke PT.Biologa untuk menjumpai Saksi Usman Als Abi dan pada saat berjumpa terdakwa mengatakan kepada Saksi Usman Bin Abi bahwa kapal 14 hari lagi baru bisa sandar ke PT. Galangan TK BI, yang mana Pelaku mengatakan kepada Saksi Usman Bin Abi “ apabila 14 hari lagi kapal tersebut tidak bisa sandar maka terdakwa akan mengembalikan uang yang saksi Usman Als Abi berikan sebagai uang DP/ uang muka kepada terdakwa yaitu sebesar 1 M , dan pada saat itu atas permintaan terdakwa dia membuat peryataan yang isinya akan mengembalikan DP/ Uang Muka yang Saksi Usman Bin Abi berikan.

Kemudian setelah tiba jatuh tempo yaitu selama 14 (empat belas) hari kemudian terdakwa datang ke PT.Biologa dan menjumpai Saksi Usman Bin Abi dan mengatakan kepada Saksi Usman Bin Abi bahwa kapal masih belum bisa ditarik/ dipotong, dan pada saat itu terdakwa mengembalikan uang DP/ Uang Muka dengan 3 (tiga) lembar Cek dengan nomor cek yaitu :

1. Cek Mandiri dengan nomor GW. 642720 sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiaah),

2. Cek Mandiri dengan nomor GW. 642721 sebesar Rp. 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah),

3. Cek Mandiri dengan nomor GW. 642 722 sebesar Rp. 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) dengan jatuh tempo tanggal 11 Agustus 2017, namun sebelum jatuh tempo Saksi Usman Bin Abi ingin mencairkan Cek tersebut dengan terlebih dahulu memberitahu terdakwa untuk menyiapkan dananya, namun saat itu terdakwa mengatakan agar Saksi Usman Bin Abi bersabar dulu, dikarenakan terdakwa meminta Saksi Usman Bin Abi untuk bersabar terus sehingga Saksi Usman Bin Abi langsung menuju Bank BCA cabang Batam untuk Clearing dan saat itu Saksi Usman Bin Abi menyuruh anak buah Saksi Usman Bin Abi yang bernama saksi AKIONG namun pada saat Saksi Usman Bin Abi melakukan clearing Cek tersebut ditolak dikarekan tidak ada saldo.

Akibat perbuatan terdakwa membuat saksi Usman Bin Abi mengalami kerugian lebih kurang Rp. 1.000.000.000,- (satu milyard rupiah)

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana melanggar pasal 378 KUHP Jo 55 ayat (1) Jo pasal 64 ayat (1) KUHP

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda