Dubes AS Mohon Maaf ke Panglima TNI

0
754

RASIO.CO, Jakarta – Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas insiden pelarangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki Amerika Serikat.

Seperti diketahui, Panglima TNI baru menerima larangan masuk AS beberapa saat sebelum pesawat yang akan membawanya ke Negeri Donald Trump lepas landas.

Pihak Kedubes AS di laman https://id.usembassy.gov membenarkan bahwa Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph Dunford mengundang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menghadiri Konperensi Pertahanan Menghadapi Ekstremisme dan Kekerasan (Conference on Countering Violent Extremism) pada 23-24 Oktober di Washington, D.C.

“Duta Besar AS Joseph Donovan telah meminta maaf kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi atas ketidaknyamanan terhadap Jenderal Gatot,” demikian penjelasan Kedubas AS.

Kedutaan Besar AS menyatakan tetap siap untuk memfasilitasi perjalanan Panglima TNI ke Amerika Serikat.

“Kami tetap berkomitmen untuk Kemitraan Strategis kami dengan Indonesia sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran bagi bangsa dan masyarakat kita,” ujar penjelasan tersebut.

Berikut pernyataan lengkap kedutaan AS dalam bahasa Inggris, dikutip dari laman https://id.usembassy.gov/statement-u-s-embassy/, Minggu (22/10/2017) dimonitor pukul 18.56

Chairman of the Joint Chiefs of Staff General Joseph Dunford invited Commander of the Indonesian Armed Forces General Gatot Nurmantyo to attend a Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremism being held October 23-24 in Washington, D.C.

General Gatot was unable to travel as planned. The Embassy was in touch with the General’s staff about this matter throughout the weekend, working to facilitate his travel.

U.S. Ambassador Joseph Donovan has apologized to Foreign Minister Retno Marsudi for any inconvenience to General Gatot.

The U.S. Embassy was, and remains, prepared to facilitate the General’s travel to the United States.

We remain committed to our Strategic Partnership with Indonesia as a way to deliver security and prosperity to both our nations and peoples.

Sumber : Bisnis

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY