Edi Nugroho Pengecer Narkotika Wilayah Nongsa Dituntut 8,6 Tahun

63

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Edi Nugroho Jaringan pengecer barang haram narkotika jenis sabu dan ganja diwilayah Nongsa, Batam tertunduk lesu, pasalnya atas perbuatannya JPU menuntut 8,6 tahun penjara dan denda Rp1 milyar.Senin(05/03).

Terdakwa Edi Nugroho diduga pemain narkotika yang membeli sabu di Simpang Dam dan sudah merupakan target kepolisian Polda Kepri, Namun barang bukti yang berhasil diamankan 3 gram sabu dan 1,64 gram ganja. sedangkan bandar bernama Ayah(DPO).

“Terdakwa Edy Nugroho terbukti bersalah melakukan tindak pidana melanggar pasal 114 ayat(1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menuntut terdakwa dengan hukuman kurungan penjara selama delapan tahun enam bulan, denda 1 miliar, subsuder 1 tahun kurungan penjara bila tidak dibayar,” Kata JPU Susanto Maratua di PN Batam.

Menurut Jaksa Martua, perbuatan terdakwa didasari, tanpa hak menjual, membeli, dan menjadi perantara jual beli Narkotika. “Dan bukan itu saja, terdakwa merupakan target operasional polisi, Ditresnarkoba Polda Kepri,” kata Martua.

Dalam perkaranya, terdakwa terbukti memiliki sabu seberat tiga gram yang dibungkus dalam lima paket, dan daun gering ganja seberat 1,64 gram. Terdakwa dikenal sebagai pengedar barang sabu dan ganja di wilayah Kabil, Nongsa. Dan barangnya dibeli terdakwa dari Ayah (DPO) di Simpang Dam, kemuduan dijualnya kembali.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat, tim Ditresnarkoba Polda Kepri memantaunya, dan terdakwa berhasil diamankan. Saat itu terdakwa melakukan transaksi di depan pesantren Al-Kausar Kabil, Jumat (6/10) 2017. Barang bukti yang diamankan dari kantong terdakwa berupa satu paket sabu seberat 0,6 gram.

Kemudian dilakukan pengembangan terhadap terdakwa, dirumah terdakwa di Kampung Ubi Teluk Bakau, Batu Besar, ditemukan sejumlah barang bukti di helem, lima paket sabu dan dua paket ganja.

Atas tuntutan tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Mangapul Manalu didampingi Hakim anggota Marta dan Taufik mempersilahkan terdakwa, untuk menyampaikan pembelaan (Pledoi). “Silahkan sampaikan pembelaanya,” kata Hakim Mangapul.

“Saya menyesal yang mulia, mohon ringankan hukuman saya karena masih memiliki tanggungan hidup keluarga,” ungkap terdakwa. Dan sidangpun ditunda pekan depan untuk mendengarkan agenda putusan.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda