Edukasi Webinar Big Bike

0
79

RSSIO.CO, Batam – Jika membicarakan tentang jenis sepeda motor tentu tidak terlepas dari yang namanya big bike alias motor besar. Di Indonesia, istilah motor besar sendiri mengacu pada dimensi kendaraan dan besarnya kubikasi mesin.

Secara umum definisi big bike adalah sepeda motor berkubikasi mesin diatas 400cc. Jadi, jika sepeda motor kita berkubikasi mesin di bawah itu belum bisa disebut big bike atau motor besar.

Namun sering terjadi salah kaprah terkait motor besar ini. Kadang orang hanya melihat dimensi bodi tunggangannya saja. Atau menganggap motor ber-cc 250cc itu termasuk motor besar, padahal bukan.

Nah, terkait dengan hal tersebut, belum lama ini tim Safety Riding Capella Honda menghelat event webinar yang membahas serba serbi motor besar.

“Perbedaan mendasar dari motor besar adalah tentu saja tenaga mesin yang lebih besar, dimensi yang lebih panjang dan bobot motor yang lebih berat”, ujar Instruktur Safety Riding Capella Honda Budi Winarto.

“ Selain itu juga dari sisi kelincahan maneuver motor besar kurang lincah dibanding motor yang lebih kecil. Selebihnya sama”, ujarnya lagi.

Untuk itu, menurutnya, diperlukan waktu adaptasi bagi pengguna baru motor besar serta keterampilan berkendara yang lebih baik.

Di jajaran motor besar Honda yang popular di Indonesia tercatat nama-nama seperti CB500F, CB650R untuk tipe naked. CBR1000RR-R dan CBR500R untuk tipe super sport, serta banyak lagi.

Tim Safety Riding Capella Honda sendiri telah menyelesaikan seluruh program edukasi safety riding ke semua segmen masyarakat di tahun 2020 ini.

Meskipun format edukasi berubah dari yang semula tatap muka (offline) menjadi daring (online) disebabkan kondisi pandemi, namun tetap tidak menyurutkan semangat tim untuk terus berbagi pengetahuan berkendara dan membuka wawasan tentang keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Di tahun depan, tim Safety Riding Capella Honda Kepri juga sudah menyiapkan program edukasi kepada masyarakat, ungkap Budi.

“Kami masih tetap konsisten untuk mengedukasi segmen pelajar di semua jenjang pendidikan. Bahkan segmen ini yang paling besar porsi jumlah edukasinya,” kata Budi lagi.

Sebagai penutup, pihaknya mengajak sekolah-sekolah, perusahaan maupun instansi pemerintah untuk ikut berpartisipasi dalam upaya menekan angka kecelakaan di provinsi Kepri melalui kerjasama edukasi keselamatan berkendara.

“Bagi yang ingin bekerjasama dengan kami untuk pelaksanaan edukasi ini dipersilakan untuk menghubungi Dealer Honda terdekat, pasti kami bantu,” ujar Budi menutup pembicaraan.

Redaksi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY