Ekonomi Melesat 7,07 Persen Tetapi Lapangan Kerja Belum Sepenuhnya Pulih

0
90
Meski berhasil tumbuh 7,07 persen pada kuartal II 2021 kemarin, BPS menyebut ekonomi RI belum mampu menciptakan lapangan kerja banyak. foto/ Ilustrasi.

RASIO.CO , Jakarta –  BPS menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh positif 7,07 persen secara tahunan pada kuartal II 2021 belum mampu menciptakan lapangan kerja dan menyerap banyak tenaga kerja

“Perkiraan saya, kalau melihat data Sakernas pada Februari lalu, belum berdampak ideal terhadap penciptaan lapangan kerja, karena kondisinya memang belum pulih pada kondisi normal,” ungkap Kepala BPS Margo Yuwono saat pengumuman data ekonomi Indonesia kuartal II 2021 secara virtual, Kamis (5/8) dilansir cnnindonesia.com.

Pasalnya, Margo mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 3,31 persen secara kuartalan. Kondisi ini masih lebih rendah dari tren pertumbuhan nasional kuartalan yang biasanya berada di kisaran 4 persen pada tahun-tahun sebelum pandemi covid-19.

Di sisi lain, menurutnya, tingginya pertumbuhan ekonomi sampai 7,07 persen terjadi karena peningkatan berbasis teknikal berupa dasar acuan yang rendah pada kuartal II 2020, yaitu minus 5,32 persen.

Sementara secara riil, Margo melihat pertumbuhan positif belum mampu menciptakan banyak peluang penyerapan tenaga kerja karena sektor-sektor yang biasanya tinggi penyerapan tenaga kerjanya tidak tumbuh tinggi pada kuartal II 2021.

Berdasarkan data ketenagakerjaan per Februari 2021 tercatat bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia berada di sektor pertanian mencapai 29,59 persen, perdagangan 19,2 persen, dan industri pengolahan 13,6 persen. Sementara pada kuartal II 2021, pertumbuhan ketiga sektor ini bukanlah yang paling tinggi.

“Kalau lihat dari daya serapnya, itu kan terbanyak di sektor pertanian, industri, dan perdagangan, di mana tadi pertanian kuartal II itu tumbuhnya paling kecil, industri juga tumbuh kecil, dan perdagangan sudah mulai perbaikan. Jadi artinya belum mencapai maksimal dalam penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Tercatat, pertumbuhan sektor pertanian justru yang paling rendah, yaitu 0,38 persen. Sedangkan sektor perdagangan 9,44 persen dan industri pengolahan 6,58 persen.

Sementara BPS mencatat sektor yang tumbuh tinggi pada kuartal II adalah transportasi dan pergudangan mencapai 25,1 persen, akomodasi dan makan minum 21,58 persen, jasa lainnya 11,97 persen, dan jasa kesehatan 11,62 persen.

Namun, persentase penyerapan tenaga kerja dari keempat sektor ini pada Februari 2021 hanya berkisar 6,99 persen di akomodasi dan makan minum, 4,85 persen di jasa lainnya, 4,05 persen di transportasi, dan 1,76 persen di jasa kesehatan.

Redaksi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY