Empat Terdakwa Pemasok TKI Ilegal Tahanan Luar

Aceng Bos TKI Buronan Polisi(DPO)

52

RASIO.CO, Batam – Empat terdakwa Agus Sholehuddin Nasution, Jefrianto, Abdul Wahab dan Muhammad Makrub diduga merupakan pemasok calon TKI nonprosedural alias TKI Ilegal melalui pelabuhan fery Internasional Batamcentre mendapat keistimewaan tahanan luar.

Sedangkan, Aceng yang diduga merupakan bos penyalur TKI Ilegal tersebut di tetapkan
kepolsian Polairud Polda Kepri sebagai Daftar Pencarian Orang(DPO).

Parahnya lagi, keempat terdakwa mendapat tahanan luar, namun anehnya dalam Sistem
Informasi Penelusuran Perkara(SIPP) PN Batam, keempat terdakwa jusru ditahan? dan keempat terdakwa teregister nomor perkara no 924/PID.SUS/2018/PN.BTM dan telah mendapat dua kali perpanjangan penahanan Jaksa serta tiga kali perpanjangan penahanan Ketua PN Batam.

Apakah ketika divonis nantinya keempat terdakwa akan dipotong masa tahanan padahal keempat terdakwa tidak ditahan alias di kerangkeng?

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim ketua Setyanto Hermawan, SH.M.Hum didampingi dua hakim anggota Taufik dan Jasael sedangkan Jaksa Penuntut Susanto Martua dalam agenda sidang pembacaan dakwaan dan keterangan saksi penangkap. Kamis(15/11) kemarin.

Keempat terdakwa kasusnya displit atau dalam berkas terpisah, namun disidangkan tiga orang sekaligus diruang sidang utama PN Batam dan kempat terakwa di jerat Jaksa Penuntut Susanto Martua Pasal 81 Jo pasal 69 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan pekerja Migran Indonesia Jo Pasal 55 Ayat(1) ke-1 KUHP.

“Pertama kami tangkap Agus setelah itu baru tiga lainnya dan jumlah migran yang akan dikirim 32 orang namin yang kami amankan di pelabuhan 10 orang,” Kata saksi penyidik di ryang sidang utama PN Batam.

Lanjut saksi,sedangkan Aceng berhasil lolos dan ditetapkan DPO, sedangkan modus para pelaku mengirin Migran iligal mengunakan pasport pelancong dan tidak memiliki perizinan oleh BNP2TKI.

“Tempat penampungan juga dilakukan penggrebekan tetapi saya tidak ikut kesana yang mulia,” kata penyidik.

Diketahui, pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2017 sekira pukul 14.00 Wib saksi Yayat, Ismail, Nuraeni, Asmawi, Rika Asriana, Titin Sumarni, Nining Opi Yanyi dan Rehulina Barus tiba di Bandara Hang Nadim Batam dari daerah masing-masing dengan tujuan hendak bekerja ke Malaysia.

lalu Aceng (DPO) menghampiri para pekerja migran tersebut lalu membawa para pekerja migran ke Pelabuhan Intenasional Batam Center Kota Batam.

Sesampainya di Pelabuhan Internasional Batam center para pekerjaan migran di suruh
menunggu di KFC pelabuhan oleh Aceng. Kemudian terdakwa Alias Bacok Bin (penuntutan
dilakukan secara terpisah) membelikan tiket pekerja migran seharga Rp220 ribudi PT. Bahtera Empatwisesa Shipping kemudian

lalu terdakwa Bacok serahkan kepada terdakwa muhammad Makrub untuk dijual kepada pekerja migran kemudian di boardingkan. dan terdakwa Magrub menjual seharga Rp250 ribu terhadap TKI nonprosedural dengan mengambil keuntungan Rp30 ribu dan keuntungan tersebut kembali diserahkan kepada terdakwa Agus Sholehuddin untuk dibagi dua.

Kemudian para pekerja migran mengumpulkan paspornya kepada terdakwa Abdul Wahab ,
berlanjut terdakwa menuntun para pekerja migran untuk mencapkan paspornya di imigrasi yang ada di Pelabuhan Internasional Batam Center. Setelah itu para pekerja migran disuruh untuk menunggu di dalam ruang tunggu.

Selanjutnya, terdakwa Abdul Wahab menemui terdakwa yang sedang berada di kantor
PT.Bahtera Empatwisesa Shipping di Pelabuhan Internasional batam Center kota Batam untuk membagikan paspor yang sudah di boarding oleh staf kantor Bahtera Empat wisesa Shipping tetapi tidak jadi karena antrian penumpang terlalu panjang sehingga kapal tidak jadi berangkat.

Kemudian terdakwa memanggil pekerja migran yang hendak berangkat tersebut yaitu
memberitahukan bahwa kapal tidak jadi berangkat. Pada saat terdakwa memberitahukan hal tersebut kepada pekerja migran tersebut, tiba-tiba terdakwa ditangkap oleh petugas dari Polairud.

APRI@www.rasio.co //

Berikan komentar anda