Enam Kapal Kayu Muatan Bawang Ilegal di Tangkap Bea Cukai

29

RASIO.CO, Karimun – Kapal patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri menangkap enam kapal bermuatan bawang ilegal diduga berasal dari Malaysia senilai Rp9.5 Milyar sepnjang operasi selama 2 minggu di perairan Kepri. kamis(09/03/2017).

Operasi yang digelar dari tanggal 20 Februari sampai 5 Maret 2017, berhasil menangkap sebanyak 6 kapal penyelundup, yaitu KM. Ocean Sentosa I, KM. Jaya Lestari III, KM. Putra Jaya, KM. Andelia Jaya, KM. Putri Dua dan KM. Samudra Jaya III.

Keenam kapal ditangkap tersebut, 3 kapal memuat 135 ton bawang merah dari Port Klang Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan, 2 kapal memuat 596 bal balpres atau pakaian bekaz dari Port Klang Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan dan 1 kapal lagi memuat 1.500 kayu Teki dari Merbau, Riau ke Batu Pahat, Malaysia. Total nilai barang Rp 9,5 miliar.

“Dalam kasus ini 3 orang berinisial JM nahkoda KM. Ocean Santosa I, HS nahkoda KM. Putra Jaya dan ZD nahkoda KM. Andelia Jaya ditetapkan sebagai tersangka. Kini ketiganya sudah dititipkan di Rutan Kelas II B Tanjung Balai Karimun,” Kata Kabid Penindakan dan Sarana Operasi (PSO), Raden Evy S di Gudang A Kanwil DJBC Khusus Kepri kepada wartawan.

Evy mengatakan, pada saat kapal patroli BC-30002 melakukan penindakan terhadap KM. Putri Dua yang memuat 25 ton bawang merah dari Port Klang, Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan diperairan Tanjung Siapi-Api koordinat 02°58’193″.U/100°07’441″.T, Jumat 3 Maret 2017 pukul 19.00 WIB, puluhan massa yang ikut dan ABK melarikan diri dengan berenang ke daratan.

“Dari puluhan massa, 7 orang diantaranya, kapal dan muatannya didereger ke Kanwil DJBC Khusus Kepri. Terhadap 7 massa itu saat ini dilakukan penyidikan,” ungkapnya.

Lanjutnya, tim partoli laut BC-10001 juga mendapat perlawanan saat mencegah KM. Samudra Jaya II yang memuat 500 bal balpres atau pakaian bekas diperairan Tanjung Jumpul kordinat 03°09’30”.U/99°53’32”.T, Minggu 5 Maret 2017 pukul 20.30 WIB.

“Saat penindakan penyulundup melempar kapal patroli dengan bom molotov dan mercon. Penyelundup mengaramkan kapalnya, puluhan massa dan ABK melarikan diri dengan berenang ke daratan. Dari kejadian ini dapat terselamatkan 2 bal balpres. Saat ini 4 orang ABK dan 8 massa sedang dalam penyidikan,” tuturnya.

Dikesempatan ini Evy menambahkan, tangkapan berupa bawang merah 135 ton, sebanyak 24 ton siang ini akan dilelang.

Apri @www.rasio.co |

Berikan komentar anda