Fakta Sidang Abi: Saksi Sebut Jasa Abdullah Perintahkan Jual Besi

Sebelum Pemotongan Dua Crene Noell

0
282

RASIO.CO, Batam – Dalam sidang lanjutan terdakwa Usman dan Abi di Pengadilan Negeri(PN) Batam, terungkap dari keterangan saksi Ismail bahwa besi screb dijual atas perintah Jasa Abdulah yang merupakan Direktur Jasib Shipyard & Engineering (M) SDN BHD.

Ironisnya, Saksi Ismail juga menceritakan, bahwa sebelum pemotongan 2 crene nuel dilakukan ada besi screp sejumlah lebih kurang 60 ton yang mana hampir sama jumlahnya dengan besi dikeluarkan dari lokasi Ecogreen.

Menurut saksi ismail, besi berjumlah lebih kurang 60 ton tersebut diketahui saat akan melakukan pemindahan barang ke ecogreen, terpaksa kita buat inventaris barang PT,Jasid Shipyars&Engineering dilokasi.

Pasalnya, PT. Nanindah Pratama diakuisisi Ecogreen, dimana diduga barang tersebutlah menjadi kasus pidana Padahal barang tersebut resmi dikeluarkan dari lokasi ecogreen mengunakan surat jalan.

“Saya diperintahkan Jasid untuk melakukan inventaris dan ada lebih kurang 60 ton dan itu sebelum 2 crene noell dilakukan pemotongan jadi creps,” Kata Ismail. Kamis(15/07).

Diketahui, Saksi Ismail merupakan orang dekat Jasid dan diduga mengetahui peristiwa pemotongan 4 crene noil dan juga tahu adanya kesepakatan antara Ahok dan Jasa Abdullah.

Dimana tertuang dalam Kesepakatan Bersama Tentang Sisa Pembayaran Penjualan Besi Screp IMPSA 4 Unit Crene Container 24 May 2019.

Bahkan dalam kesepakatan ini tertuang dalam poin 3, saksi Ismail tercantum menerima uang 500 juta secara cash setelah perjanjian ditandatangani ketika itu yang disepakati kedua belh pihak.

Dan sebelumnya ada Sales Angreemen no.035/KSD-BTM/VIII/2018, Ahok sebagai Direktur PT.Karya Sumber Daya dan Jasa Abdullah sebagai Direktur Jasib Shipyard & Engineering (M) SDN BHD.

Dipersidangan, PH kedua Terdakwa Nasib Siahaan menerangkan kepada saksi ismail bahwa, Ada Sembilan unit crena noell yang dibeli PT.KSD, satu dijemput langsung dari Malaysia, empat didatangkan ke Nanindah, 4 lagi juga ke Nanindah Pratama.

Kenapa ke Ecogreen, tahu ngak saksi?

Saksi Ismail menjawab, menjelang diakhir 2018 terjadi akuisisi perusahaan Nanindah Pratama oleh Ecogreen.

Apakah Saksi mengetahui juga bahwa jasa menyewa lokasi kepada egen sebelumnya. Dan kapan Noel masuk kelokasi Nanindah Pratama?

Mengetahui, kata saksi, dimana terhadap lokasi pemotongan dan pembayaran perinvoice setiap bulannya sampai pemotonan selesai. Dan pemotongan selesai disana 2018.

Kata Nasib lagi, 24 april 2019, saksi menjemput Jasa dibandara, siangnya bertememu dengan Ahok di megamall, Saudara mengetahui maksut pertemuan tersebut?

Pertayaan, PH Nasib sempat dipotong majelis hakim ketua, , Begini yang mulia kata Nasib,Ada empat crene dan ini berhubungan dengan tanggal 24 sampai tanggal 26 kejadian.

Jadi tanggal 26 april terjadi peristiwa, dimana ada pertemuan ahok dengan jasa untuk bernegosiasi ada dua crene akan dipotong pada tanggal 24 april 2019.

Dimana saksi pada tanggal 25 april 2019 meminta uang  terhadap ahok satu miliar sebagai modal pemotongan

Pertanyaan saya kata, nasib, pada tanggal 26 april 2019 ada peristiwa pemotongan besi biaya pemotongan dari mana?Saksi menjawab tidak tahu biaya dari mana.

Namun Saksi menjawab pertanyaan JPU dan mengatakan,  ada besi screp sisa barang hasil inventaris , kenapa saksi menerangkan dari mana saksi tahu?

Kata saksi, disuruh jasa pada saat akan melakukan pemindahan barang ke ecogreen, terpaksa kita buat inventaris barang PT Jasid dilokasi. Dan setelah dilakukan diperkirakan ada 60 ton besi.

Artinya lanjut Nasib,sebelum terjadi pemotongan ada 60 ton yangsudah ada dilokasi?

Kata saksi, terakhir kita lakukan inventaris 2018 ada besi 60 ton.

Dan disesi ini hakim sempat berdebat dimana hakim majelis ketua menduga saksi yang dihadirkan JPUtelah diarahkan PH, ketiga PH bertanya kapan saksi berinteraksi atau terakhir berkumunikasi dengan jasa.

Saksi menjawab, Saksi berkomukasi dengan jasa tiga hari terakhir  dimana poin pembicaraan saksi mempertanyakan bisnis di batam dan jasa menjawab tidak akan berbisnis lagi di Batam.

Saksi juga membicarakan bahwa akan jadi saksi dalam perkara pemotongan noel crep, bahkan jasa menjawab jika tidak covid akan datang.

Namun, atas pertanyaan PH Nasib, lagi-lagi hakim ketua majelis Sri menyela bahkan mengatakan jawaban saksi melebar, dimana ketika dipertanyakan hakim tak menjelaskan.

“Sebentar tadi saudara ditanya hakim banyak tidak tahu padahal tadi saya sudah cerita tadi, apa isi smsnya

Isinya, yang saya dapat informasi untuk mengeluarkan barang, belum tuntas bicara kembali dipotong hakim, bahkan hakim sri mengatakan bahwa dari awal sampai akhir keterangan saksi dicatat semua. Dan majelis yang akan menentukannya.

“Giliran majelis bertanyak saudara dak bercerita, giliran dituntun baru cerita, kenapa penasehat hukum tahu tiga hari lalu saksi berkumukasi, Supaya terarah?,” kata hakim sri

Pertanyaan hakim sri dijawab PH nasib, saya keberatan dan saya tidak melakukan penggiringan yang mulia dengan kesal.

Sidang pemeriksaan Saksi Ahok sebelumnya, Dalam pemeriksaan saksi hakim ketua majelis mengigatkan para PH dan jaksa untuk mendegarkan agar nanti pertanyaan yang telah dipertanyakan tidak dipertanyakan diulang terhadap saksi.

Dalam persidangan kasus penadahan screp nuel milik terlapor ahok majelis hakim ketua paling mendominasi bertanya terhadap saksi sehingga para Penasehat Hukum terdakwa dan JPU hanya menggali beberapa pertanyaan terhadap saksi akibat selalu di dominasi hakim ketua.

Bahkan terlihat memukul palu dengan akibat terusik pertanyaan PH yang menurut hakim majelis ketua berulang di pertanyakan sebelumnya oleh majelis hakim.

Namun hal tersebut tidak membuat Panesehat Hukum terdakwa patah arang bahkan justru meminta terhadap majelis hakim ketua untuk diperkenankan kembali mempertanyakan sepuran terkait pengeluaran barang di perusahaan pemotongan empat Noel di PT Ecogreen.

Dimana saksi mengetahui barang tersebut dikeluarkan dari perusahaan ada surat jalan dan diketahui saksi pelapor yang mengetahui di lokasi dan sempat menghubungi orang kepercayaannya untuk memantau pengeluaran barang.

“Saya mendapat informasi besi screp yang dipotong akan dikeluarkan dari lokasi dan sebelum berangkat kejakarta saya mampir kelokasi,” ujar Ahok.

Dan melihat mobil terdakwa ada dilokasi dan meminta orang kepercayaan saya untuk mecegah,” kata saksi Ahok lagi di ruang sidang PN Batam. Senin(12/07)lalu.

Saksi korban Ahok menyampaikan bahwa besi memiliknya dan ada bukti transfer uang dan saya yang mendatangkan dari luar 4 crane Noel tersebut untuk dipotong di Batam jadi screp.

Dan saya beli senilai 15 miliar dan dibeli pada tahun 2018 dan dibeli langsung dan tanpa terlibat pihak ketiga.

Majelis hakim ketua justru hanyamembaca keterangan saksi korban di BAB dan mempertanyakan inti perjanjian dimana saksi korban membeli barang.

Transaksi ini antara saudara dan jasa apakah ada dibuat perjanjian? Dimana keterangan saudara disini akan kami jadikan bukti untuk putusan.

Ada melibatkan orang lain pak ismali yang merupakan orang kepercayaan pak yasin dan saya membeli barang dan ada perjanjiannya

Lagi majelis hakim mengigatkan dan tolong JPU dan Penasehat hukum untuk mendegarkan keterangan saksi, saya tidak mau ada pengulangan pertanyaan.

“Jadi dengarkan baik-baik,” kata majelis hakim ketua

Jadi kata majelis apa saja perjanjian saudara dengan PT Jasa?

Kata saksi korban, perjanjian dimana untuk pemotongan 4 noel dijadikan screp masih jadi tanggung jawab PT Jasa.

Kata saksi korban supaya sama-sama tidak rugi dan kita sepakati jika ada kekurangan atau kelebihan nanti dihitung lagi, karena hasil pemotongan tidak bisa ditaksir pasti, diketahui nanti ketika ditimbang seluruhnya yang mulia.

Jadi sudah ada harga perkilo disepakati?oh jadi ada, paham saya itu, Kata majelis hakim ketua.

Artinya, jika berkurang anda bayar dan jika berlebih mereka bayar dan harga perkilo sudah disepakati dan tidak terpengaruh apapun dengan nilai rupiah.

“Saya minta PH untuk mendegarkan pertanyaan saya

Diperjanjian kami sepakat jika ada kekurangan dan kelebihan akan dibayarkan kemudian hari karena besi dapat diketahui beratnya setelah pemotongan selesai.

Dan pemotongan awalnya bukan di ecogreen, di PT Nan Indah karena perusahaan tersebut dijual ke ecogreen namun telah diberi tahu .

Oke, dalam pejanjian tersebut berapa lama barang akan diserahkan?

Dan kami juga sedang mengurus izin pemotongan karena memakan waktu tiga bulan, jadi agak lama juga , namun sebelumnya sempat terjadi penundaan pemotongan untuk dijual utuh, namun karena belum juga ada pembeli dan uang saya terbenam makanya ditahun 2019 dilakukan pemotongan.

Jadi apa masalahnya? Kata hakim

Waktu itu yang mulia saya diluar kota dan dapat informasi barang sudah dipotong akan dikeluarkan yang mulia

Jadi Sebelum berangkat kejakarta saya mendapat informasi mau dijual lalu saya sendiri datang kelokasi saya curiga ada lima mobil, ngapain mobil disini dan saya foto juga yang mulia.

Saya tanya dedi, dedi ada ngak barang ini dijual pada yang lain , dedi bilang tak adalah inikan punya bapak semua, betul y ded, jangan macam-macam lho dan saya langsung pulang dan saya lihat ada mobil pak abi dan saya hubungi anak buah saya.

“Saya mengalami kerugian 200 juta yang mulia,”ujar Ahok.

adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY