Gegera Ucapan ‘Pelakor’ , Marose Duduk di Bangku Pesakitan

0
350
foto/pariadi

RASIO.CO, Batam – Seorang ibu sudah berusia bernama Marose Silitonga duduk sebagai terdakwa di pesakitan PN Batam diduga akibat membela anaknya di tuduh sebagai ‘pelakor’ .

Ironisnya, di duga akibat tersulut emosi terdakwa Marose melayangkan mangkok Kramik yang di genggamnya kepada saksi korban Nurcahya Purba, sehingga korban mengalami 5 jahitan.

Sidang yang digelar.Kamis(12/09), dipimpin majelis hakim ketua Martha Napitupulu didampngi dua hakim anggota dengan agenda mendegarkan pembacaan dakwaan JPU Samuel Pangaribuan.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Penganti Karyo Imanuel menyampaikan, bahwa persitiwa bermula sekira bulan Juni 2019, Saksi korban Nurcahya Purba sedang berada di Parkiran Mesjid Tiban I dekat dengan rumah terdakwa.

Tiba-tiba saksi Agnes bersama terdakwa datang menghampiri saksi korban yang sedang berada di dalam mobil, Tidak lama kemudian terdakwa bersama saksi Agnes memfoto mobil yang digunakan oleh saksi korban.

Dari hal tersebut, saksi korban Nurcahya mengatakan “hei pelakor mengapa kau foto-foto mobilku” , namun kemudian dijawab terdakwa “kenapa kau datangi kami lagi kau sudah ditalak cerai suamimu” .

Mendapat ucapan terdakwa tersebut kemudian di jawab oleh saksi korban “hei diam kau”. Setelah itu terdakwa diduga langsung melakukan pemukulan dibagian kepala sebelah kiri korban yang mengakibatkan mengeluarkan darah dan mengalami luka robek dibagian kepala sebelah kiri.

Dampaknya korban dijahit sebanyak 5 jahitan sehingga saksi korban tidak dapat melaksanakan aktifitas atau kegiatan sehari-hari untuk sementara waktu.

Akibat perbuatan terdakwa, kata JPU, terdakwa diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) KUHPidana. dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHPida.

Usai mendegarkan dakwaan JPU, majelis hakim ketua martha Napitupulumenunda sidang pekan depan dengan agenda mendegarkan keterangan saksi-saksi.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY