Gembong Narkoba Prabu Mogohan Warga Malaysia Kembali Disidangkan PN Batam

0
261
Usai persidangan Gembong Narkoba Prabu Mogohan Warga Malaysiasempat mengintimidasi awak media sambil menunjukkan jari tengah(fuck yXX(foto/pariadi)

RASIO.CO, Batam – Terpidana Prabu Mogohan kelahiran Kedah, Malaysia di duga gembong narkoba kembali disidangkan di PN Batam dalam kasus yang sama, Parahnya terdakwa pengendalikan jaringannya dari Lapas Tanjungpinang.

Kali ini, terdakwa Prabu Mogohan kembali duduk dibangku pesakitan PN Batam karena diduga mengedarkan ekstasi sebanyak 970 butir asal negaranya Malaysia melalui istrinya Gayatri(DPO) merupakan warga Malaysia.

Terdakwa Prabu Mogohan merupakan pengendali untuk jaringan dari negaranya melalui Lapas Tanjungpinang, dimana sebelumnya dalam perkara pertama ditahun 2014 nomor perkara 569/Pid.Sus/2014/PN Btm di tuntut JPU Triyanto dituntut 13 tahun penjara, namun divonis hakim Hari Mariyanto, Syahrial dan Juli Handayani, 8 tahun penjara.

Ironisnya, Baru menjalani hukuman 4 tahun kembali terlibat narkoba dan anehnya terdakwa Prabu Mogohan dikabarkan sudah menghirup udara segar dan mencari jaringan di batam untuk membawa sabu dari Malaysia ke Batam dan akhirnya berhasil ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti sabu seberat 406 gram.

Terdakwa Prabu Mogohan tercatat dalam register perkara nomor 255/Pid.Sus/2018/PN Btm dan tuntut JPU Rumondang selama 16 tahun penjara namun di vonis hakim Redite Ika Septina, Hera Polosia Destiny dan Jasael selama 14 tahun penjara.

Parahnya, baru dijalani setahun terdakwa Prabu yang diduga merupakan gembong narkoba kembali menjalankan aksinya dibalik jeruji rutan Tanjungpinang bersama rekannya dengan barang bukti 970 butir pil ekstasi asal Malaysia.

“Perbuatan terdakwa tidak bisa ditolerir lagi, kapan perlu hakim vonis mati aja,” Kata salah seorang advokad di PN batam yang enggan dipublis.

Sementara itu, agenda sidang.Kamis(05/09) di ruang sidang ali said dengan majelis hakim ketua Chandra didampingi dua hakim anggota mendegarkan dakwaan JPU Syamsul Sitinjak.

Singkat Syamsul menjelaskan, Barang haram tersebut berasal dari Malaysia yang dijemput Herlina melalaui istri terdakwa Gayatri (DPO), dimana dari harga ekstasi sebnayak 970 butir tersebut terdakwa mengambil keuntungan Rp20 ribu perbutir.

Dan atas perbuatan terdakwa Prabu Mogohan di ancam Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang–undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau kedua Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang–undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. dan terancam nukuman mati.

Sedangkan, data Prabu Mogohan kelahiran Kedah, Malaysia, usia 36 tahun, alamat No.2 Jalan Perwira 14 Taman Ungku Tun Aminah 813000, skudai Johor Malaysia, agama Hindu, pekerjaan operator dan pendidikan Darjah 3 (SD kelas III).

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY