Gembong Sabu 1 Ton Terancam Hukuman Mati

203

RASIO.CO, Batam – Empat terdakwa Chen Ching Tun,Cheng Chung Nan, huang Ching An, dan Hsieh Lai Fu yang diduga gembong narkoba serta sekaligus transporter membawa 1 ton 39,5 kilogram menggunakan kapal MV Sunrice Glory terancam hukuman mati.

Pasalnya, keempat terdakwa dalam berkas terpisah didakwa JPU Primair pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual,membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar,menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimanadimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).”

JPU dalam membacakan dakwan Chen Ching Tun,Cheng menyampaikan, Bahwa terdakwa Chen Ching Tun padahari Rabu tanggal 07 Februari 2018 sekitarpukul 14.00 Wib atau setidak– tidaknya padawaktu lain dalam bulan Februari tahun 2018, bertempat di perairan Indonesia di selat Philip pada koordinat 01” 08.218’N – 103” 47.549”E diwilayah perairan Batam.

Atau setidak tidaknya masih dalam Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Batam,terdakwa
melakukan percobaan atau permufakatan jahat bersama dengan saksi Cheng Chung Nan (berkas terpisah), huang Ching An (berkas terpisah), Hsieh Lai Fu (berkas terpisah) untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan prekusor Narkotika, secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

Bahwa pada tanggal 27 januari 2018 terdakwa Chen Ching Tun naik kapal MV. Sunrise Glory dari Penang Malaysia menuju Taiwan dimana terdakwa sebagai Nahkoda kapal dan saksi Cheng Chung Nan sebagai Kapten kapalnya, dimana didalam kapal tersebut disimpan Narkotika jenis Shabu sebanyak 41 karung plastic yang berisi 1.019 (seribu Sembilan belas) kantong plastic bening dan setelah ditimbang seberat brutto + 1.037.581,8 (satu juta tiga puluh tujuh ribu lima ratus delapan puluh satu koma delapan) gram.

Bahwa terdakwa disuruh oleh Aho(DPO) untuk membawa kapal MV. Sunrise Glory dan terdakwa disuruh untuk mencari 2 orang lagi untuk membantu terdakwa membawa kapal dari Penang Malaysia menuju Taiwan, maka terdakwa mengajak saksi Hsieh Lai Fu dan saksi Huang Ching An.

Bahwa terdakwa dalam membawa kapal MV. Sunrise Glori tidak memiliki dokumen yang sah sebagai nahkoda kapal dan yang menyiapkan semua persiapan kapal adalah saksi Chen Chung Nan sedangkan terdakwa hanya tinggal berangkat dan terdakwa diberikan upah oleh Aho(DPO) sebesar 50.000 Dollar Taiwan beserta tiket tujuan Penang Malaysia dan kembali dari Penang ke Taiwan pada tanggal 15 Februari 2018.

Bahwa narkotika jenis shabu sebanyak 41 karung plastic yang berisi 1.019 kantong plastic bening dan setelah ditimbang seberat brutto + 1.037.581,8 gram di muat atau dimasukkan kedalam kapal pada saat kapal tersebut masih di Penang Malaysia dan akan dibawa ke titik koordinat kedua diperairan Philipina.

Karena pada saat didalam kapal saksi Cheng Chung nan mendapat telepon melalui handphone satelit dari seseorang yang tidak terdakwa kenal dan terdakwa disuruh menulis oleh saksi Cheng Chung Nan mengenai koordinat dengan koordinat 13 05 117 35 dengan kode Dollar Hongkong nomor YC 603562.

Setelah itu terdakwa disuruh membawa kapal ke titik koordinat tersebut dan akan bertemu
dengan kapal lain yang akan mengambil barang narkotika jenis shabu tersebut karena ada kode uang dollar Hongkong sebagai kodenya.

Bahwa route yang dilalui terdakwa adalah dari Penang Malaysia menuju ke titik koordinat 9 10 96 30 yang posisinya di perairan Thailand – Myanmar tetapi sebelum sampai kapal rusak kemudian terdakwa menyuruh saksi Cheng Chung Nan untuk menelpon Bos yaitu Cho Tien Yu untuk minta kembali ke Penang Malaysia untuk perbaikan kapal di Penang Malaysia.

Namun , BosCho Tien Yu melarang tidak boleh kembali ke Penang dan harus terus jalan pelan pelan menuju ke titik koordinat 13 05 117 35 yang posisinya di perairan Philipina karena di titik koordinat tersebut akan ada ketemu kapal yang akan mengambil barang untuk dibawa ke Taiwan.

Tetapi dalam perjalanan menuju ke perairan Filiphina tersebut kapal MV. SUNRISE GLORY
atau SHUN DE MAN 66 atau SHUN DE CHIN yang terdakwa bawa sudah tertangkap di selat
Philip perairan Batam pada tanggal 7 Februari 2018.

Bahwa pada tanggal 07 Februari 2018 sekitar pukul 10.30 Wib saksi Denizal Hifzhan Abidin
S.T.HAN dan saksi Arizona Bintara, S.T bersama dengan tim Angkatan laut dengan
menggunakan KRI Sigurot 864 dari Dermaga Batu Ampar mendapat kontak bahwa ada kapal nelayan berbendera Singapura melintas di luar TSS dan memasuki perairan Indonesia di Selat Philip wilayah Batamdan pada koordinat 01” 08.218’N – 103” 47.549”E

kapal SunriseGlory mengurangi kecepatan dan merapat ke KRI Sigurot 864, selanjutnya
dilakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut dan ditemukan kapal merupakan kapal ikan yang mengibarkan bendera singapura dengan dokumen kapal berasal dari Indonesia dan seluruh dokumen yang ada di kapal merupakan foto copy dan tidak ada dokumen asli karena seluruh dokumen asli MV. Sunrise Glory berada di Malaysia.

Dan dokumen yang ada di kapal tesebut didapatkan beberapa pelanggaran yaitu :
Tidak ada sticker barcode, Tidak ada sertifikat kecakapan nahkoda, Tidak sertifikat kecakapan KKM, Tidak ada pelunasan pungutan pajak perikanan, Tidak ada gross akte dan Tidak menyertakan surat atau sertifikat yang asli (semua dalam bentuk fotocopy)

Selanjutnya pada pukul 15.30 Wib KRI Sigurot 864 diperintahkan untuk mengawal kapal MV. Sunrise ke pangkalan (Lanal Batam) di Batu Ampar Batam untuk dilakukan pemeriksaan, kemudian pada tanggal 9 Februari 2018 sekitar pukul 15.00 Wib kapal MV. Sunrise Glory dilakukan penggeledahan secara gabungan oleh TNI Angkatan Laut, BNN dan Bea Cukai.

lalu pada pukul 18.00 Wib ditemukan barang bukti berupa narkotika jenis shabu sebanyak 41 karung plastic yang berisi 1.019 (seribu Sembilan belas) kantong plastic bening dan setelah ditimbang seberat brutto + 1.037.581,8 (satu juta tiga puluh tujuh ribu lima ratus delapan puluh satu koma delapan) gram.

Bahwaterdakwa dalam menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi
perantaradalamjualbeli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I tidak ada ijin dari instansi yang berwenangyaituDepartemenKesehatan RI.

Usai mendegarkan dakwaan JPU, majlis hakim ketua Chandra didampingi dua hakim anggota, mengagendakan sidang pekan depan dengan agenda mendegarkan keterangan saksi.

Bya@www.rasio.co

Berikan komentar anda